Ayatollah Khamenei: Iran Telah Mengalahkan AS

Ayatollah Khamenei: Iran Telah Mengalahkan AS

Terkini | okezone | Selasa, 20 Januari 2026 - 12:30
share

JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan bahwa Republik Islam itu telah “mengalahkan Amerika Serikat (AS)” dengan meredam protes kekerasan yang melanda negara tersebut. Khamenei menuduh AS dan Israel, dua seteru lama Iran, terlibat serta mendalangi protes terbesar di negara itu, yang dilaporkan menewaskan ribuan orang, dengan ribuan lainnya ditangkap.

Demonstrasi meletus di seluruh Iran pada akhir Desember karena inflasi tinggi dan masalah ekonomi lainnya, tetapi segera berkembang menjadi protes anti-pemerintah yang lebih luas dengan bentrokan yang menyebabkan banyak korban jiwa di antara pasukan keamanan dan para perusuh.

Namun, awal pekan ini pihak berwenang di Teheran mengumumkan bahwa mereka telah mengendalikan situasi, dengan ketenangan kembali ke kota-kota besar di negara itu.

Dalam serangkaian unggahan di X pada Sabtu (17/1/2026), Khamenei menuduh AS dan Israel sebagai dalang kerusuhan tersebut, sambil menunjuk Washington sebagai pelaku utama.

 

“AS telah melakukan persiapan ekstensif untuk mengatur pemberontakan ini. Pemberontakan ini adalah pendahuluan untuk rencana yang lebih besar. Bangsa Iran mengalahkan AS,” tulisnya, sebagaimana dilansir RT.

Khamenei menyebut bahwa Donald Trump “sendiri terlibat dalam penghasutan,” merujuk pada janji Presiden AS itu kepada para demonstran bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan” serta pengerahan kapal perang Amerika ke Timur Tengah.

Pada Rabu (14/1/2026), laporan sejumlah media menyebutkan bahwa serangan AS terhadap Iran “akan segera terjadi.” Namun, serangan itu akhirnya tidak terjadi, dengan Trump kemudian mengatakan bahwa ia memutuskan untuk membatalkannya setelah mengetahui bahwa Teheran telah membatalkan rencananya mengeksekusi para perusuh yang lebih brutal yang ditahan selama kerusuhan.

“Ya, kami telah memadamkan api penghasutan, tetapi itu tidak cukup. AS harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Khamenei.

 

Pihak berwenang di Teheran menegaskan bahwa mereka “tidak bermaksud membawa negara ini menuju perang. Namun, kami tidak akan membiarkan para penjahat lolos begitu saja,” baik di dalam maupun di luar Iran, tambahnya.

Dalam laporan lain, Reuters mengklaim bahwa seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa Teheran telah memperingatkan negara-negara tetangganya bahwa mereka dapat menargetkan pangkalan AS di Timur Tengah jika Washington memenuhi ancamannya menyerang Republik Islam.

Menurut Khamenei, “agen-agen” AS dan Israel “membunuh beberapa ribu orang” selama kerusuhan. Mereka juga “merusak” 250 masjid dan lebih dari 250 lembaga pendidikan, serta merusak jaringan listrik dan fasilitas kesehatan.

Topik Menarik