Tekan Risiko Banjir, BPBD DKI Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mitigasi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan OMC dilaksanakan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Minggu (18/1/2026).
“Pada Minggu (18/1), Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105,” ujar Isnawa kepada wartawan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.
Pada sorti pertama, penyemaian difokuskan di wilayah Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon dengan tujuan meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya, sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di wilayah perairan.
“Pada sorti ini digunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram, dengan ketinggian terbang 11.000 kaki dan awan target jenis Cumulus. Hasil pengamatan menunjukkan awan memiliki base sekitar 3.000 kaki dan top hingga 15.000 kaki, dengan arah angin di ketinggian 11.000 kaki berasal dari barat,” jelasnya.
Selanjutnya, sorti kedua dilaksanakan di wilayah daratan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang untuk mengurangi intensitas hujan dari awan yang bergerak menuju wilayah prioritas Jakarta dan sekitarnya. Sebanyak 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO) digunakan pada ketinggian sekitar 6.000 kaki, dengan awan target Cumulus Humilis yang memiliki base 6.000 kaki dan top 7.000 kaki. Arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan terpantau bergerak ke arah barat.
“Pada sorti ketiga, penyemaian difokuskan di wilayah udara (overhead) Kabupaten Tangerang dengan tujuan memecah awan potensial pembentuk hujan. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–6.000 kaki menggunakan 800 kilogram CaO, dengan awan target Cumulus Humilis–Mediocris yang memiliki base 1.500–4.000 kaki dan top sekitar 6.000 kaki. Saat penyemaian berlangsung, arah angin terpantau berasal dari barat laut,” paparnya.
Isnawa menambahkan, pelaksanaan OMC berperan penting dalam menekan dampak genangan di Jakarta. OMC telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya, di mana pada pelaksanaan hari Jumat dan Sabtu tidak terpantau adanya genangan.
“Baru pada hari ketiga ini, durasi hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan genangan di beberapa titik tidak dapat sepenuhnya dihindari. Jika BPBD tidak melakukan Operasi Modifikasi Cuaca dalam beberapa hari terakhir, bisa jadi jumlah RT terdampak hari ini jauh lebih banyak,” ungkapnya.
BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama pelaksanaan OMC guna menentukan lokasi serta waktu penyemaian awan yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer terkini.
Sementara itu, Direktur Operasional Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengatakan potensi hujan lebat pada Minggu ini umumnya terjadi pada periode siang hingga sore hari.
“Potensi hujan lebat hanya ada pada periode siang hingga sore hari. Semoga dapat diantisipasi secara optimal oleh kru CASA dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca hari ini,” pungkasnya.










