Ole Gunnar Solskjaer Kecewa Manchester United Lebih Pilih Michael Carrick

Ole Gunnar Solskjaer Kecewa Manchester United Lebih Pilih Michael Carrick

Berita Utama | okezone | Kamis, 15 Januari 2026 - 15:16
share

MANCHESTER – Harapan pendukung setia Manchester United untuk melihat kembali Ole Gunnar Solskjaer di pinggir lapangan resmi pupus. Manajemen klub, di bawah kendali Sir Jim Ratcliffe dan INEOS, akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Michael Carrick sebagai pelatih baru hingga akhir musim 2025-2026, menggantikan Ruben Amorim.

Meski namanya sempat menguat di kalangan suporter, Solskjaer harus menerima kenyataan bahwa dirinya kalah bersaing dengan mantan kapten Manchester United tersebut dalam perebutan kursi kepelatihan sementara.

 

1. Kekecewaan Solskjaer

Kabar bahwa dirinya tidak terpilih sampai ke telinga Solskjaer, tepat sehari sebelum pengumuman resmi Carrick. Sumber internal menyebutkan pahlawan kemenangan Man United di final Liga Champions 1999 itu merasa kecewa, namun ia memiliki prinsip yang berbeda dengan tawaran klub.

Berbeda dengan Carrick yang bersedia menjadi opsi jangka pendek, Solskjaer kabarnya hanya ingin kembali jika diberi kontrak permanen. Pria asal Norwegia tersebut merasa bahwa mengambil jabatan interim hanya akan menjadi solusi sesaat.

Cristiano Ronaldo dan Ole Gunnar Solksjaer

Dalam komunikasinya dengan jajaran eksekutif Man United, Solskjaer menegaskan bahwa Setan Merah saat ini membutuhkan pembangunan ulang besar-besaran jika ingin kembali bersaing di posisi empat besar, sebuah misi yang menurutnya tidak bisa diselesaikan dalam hitungan bulan.

“Meskipun tentu saja kecewa, sumber mengatakan bahwa ia (Solskjaer) lebih memilih untuk menerima pekerjaan itu lagi secara permanen, bekerja untuk jangka panjang daripada hanya beberapa bulan hingga musim panas,” bunyi laporan dari Give Me Sports, dikutip Kamis (15/1/2026).

 

2. Alasan INEOS Berpaling ke Michael Carrick

Ada beberapa alasan krusial mengapa manajemen Man United lebih memilih Carrick. Pengalaman manajerial Carrick di Middlesbrough selama 136 pertandingan dinilai lebih segar dibandingkan Solskjaer yang dianggap berkarat karena hanya menangani satu klub, yakni Besiktas, selama empat tahun terakhir sejak meninggalkan Old Trafford.

Michael Carrick

Selain itu, petinggi klub masih trauma dengan cara periode pertama Solskjaer berakhir. Ambisi Solskjaer untuk menjadi pelatih permanen juga menjadi ganjalan bagi INEOS, yang lebih menginginkan sosok yang sadar penuh bahwa tugasnya akan berakhir pada musim panas nanti.

Meski gagal kembali ke kursi panas, Solskjaer tetap menunjukkan sportivitasnya dengan memberikan dukungan penuh kepada Carrick. Tugas berat kini menanti Carrick, yang akan langsung diuji dalam laga derby Manchester (17 Januari 2026) sebelum bertandang ke markas pemuncak klasemen, Arsenal (25 Januari 2026).

Topik Menarik