Realme Dikabarkan Akan Kembali Bergabung dengan Oppo dan OnePlus
JAKARTA – Oppo dilaporkan sedang melakukan penyesuaian pada struktur merek internalnya, yang berpotensi memengaruhi bisnis smartphone di masa depan. Perubahan tersebut berfokus pada penyelarasan organisasi dan tidak akan memengaruhi peluncuran produk mendatang.
Laporan Lei Feng Network menyebutkan bahwa Oppo telah memutuskan membawa Realme kembali ke ekosistemnya sebagai sub-brand resmi. Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi antar tim dan menyederhanakan penggunaan sumber daya internal.
Menurut publikasi tersebut, di bawah struktur yang direvisi, Oppo akan beroperasi sebagai merek utama, dengan OnePlus dan Realme diposisikan sebagai dua sub-merek pelengkap, masing-masing mengikuti strategi pasar berbeda.
Dilansir Gizmochina, peran kepemimpinan juga telah diperjelas. Pendiri sekaligus CEO Realme, Sky Li, akan bertanggung jawab mengawasi keseluruhan operasional sub-brand, sementara Li Jie tetap memimpin OnePlus di China tanpa perubahan tanggung jawab. Oppo percaya bahwa peran internal yang lebih jelas akan membantu menghindari tumpang tindih dan meningkatkan kinerja di seluruh brand.
Sebagai bagian dari transisi ini, Realme akan sepenuhnya terhubung ke jaringan layanan purna jual Oppo. Langkah ini diharapkan meningkatkan cakupan dan konsistensi layanan bagi pengguna, terutama di pasar utama. Terlepas dari pergeseran organisasi, perencanaan produk Realme tetap tidak terpengaruh. Perangkat baru akan terus hadir sesuai jadwal, dan posisi merek di pasar tetap sama.
Tipster Digital Chat Station (DCS) menyebutkan bahwa grup Oppo kini mengikuti struktur yang lebih jelas, terdiri dari merek utama Oppo bersama OnePlus dan Realme sebagai dua sub-brand. Menurutnya, integrasi penuh Realme ke dalam sistem purna jual Oppo merupakan bagian penting dari langkah ini. Ia menambahkan bahwa peta jalan peluncuran Realme berjalan tanpa penundaan, dan dijadwalkan meluncurkan Realme Neo 8 bulan ini di China.







