MNC Energy Investments (IATA) Siap Akselerasi Produksi Batu Bara di 2026

MNC Energy Investments (IATA) Siap Akselerasi Produksi Batu Bara di 2026

Ekonomi | okezone | Jum'at, 9 Januari 2026 - 12:01
share

JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) mencatatkan kineria operasional positif sepanjang 2025, serta berada pada posisi strategis untuk mengakselerasi skala produksi batu bara secara signifikan pada 2026 melalui optimalisasi seluruh wilayah lzin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (UP-OP )yang dikelola.

Di tahun 2025, IATA berhasil memproduksi 3,56 juta metric ton (MT) batubara dengan total penjualan mencapai 3,38 juta MT, atau sekitar 80 dari target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 Capaian ini didukung oleh dimulainya produksi IUP-OP PT Arthaco Prima Energy sejak kuartal I 2025, yang terus memperkuat basis operasional IATA.

Memasuki 2026, IATA menargetkan total produksi hingga 7,85 juta MT, melonjak 179 dibanding RKAB 2025, dengan kontribusi dari masing-masing IUP-OP sebagai berikut:

- PT Arthaco Prima Energy (APE): 3,00 juta MT
- PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE): 1,10 juta MT 
- PT Putra Muba Coal (PMC): 3,75 juta MT

Target produksi tahun 2026 bersifat indikatif, sesuai dengan pengajuan RKAB ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (menunggu persetujuan). Target ini ditopang oleh fundamental operasional IATA yang solid berupa cadangan batubara yang signifikan, infrastruktur terintegrasi, serta kesiapan logistik dan fasilitas pendukung di seluruh area operasional

 

IUP-OP APE

- Memiliki cadangan batu bara sebesar 222 juta MT (GAR 3.100-3.300)
- Terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang t10 km, tidak bersinggungan dengan jalan umum, serta terpasang geotekstil dan perkerasan batu split secara menyeluruh
- Memiliki 2 jetty manual dengan kapasitas 10.000 MT/hari, serta akan segera memulai konstruksi Barge Loading Conveyor (BLC) 4 feeder berkapasitas 40.000 MT/hari. Kapasitas pelabuhan eksisting mencapai 250.000 MT/bulan dan akan dinaikan menjadi 1.200.000 MT/bulan. 
- Kegiatan operasional diperkuat dukungan tongkang milik PT Karya Pacific Investama, selaku pemegang saham IATA 

- Bekerja sama dengan kontraktor PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) dengan nilai kontrak Rp5 triliun dan sudah Ist digging pada awal Januari 2026.

IUP-OP IBPE

- Memiliki cadangan batu bara sebesar 25 juta MT (GAR 3.151-3.344) . 
- Terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang -+ 3,5 km dan tidak bersinggungan dengan jalan umum
- UP-OP IBPE menggunakan pelabuhan yang sama dengan IUP-OP PMC

IUP-OP-PMC

- Memiliki cadangan batu bara sebesar 54,8 juta MT ( GAR 2.700- 3.547) 
- Terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang -+ 17 km, tidak bersinggungan dengan jalan umum dan 100 jalan dalam kondisi allweather roads. 
- Fasilitasi muat terdiri dari 1 jetty BLC dengan kapasitas 10.000 MT/hari clan 3 jetty manual berkapasitas 15.000 MT/hari. 
- Memiliki kapasitas stockpile 350.000 MT 
- Diperkuat dengan dukungan armada tug boat/tongkang dari group sendiri (PT Karya Pacific Shipping), bagian dari pemegang saham IATA.

Dengan fondasi operasional yang semakin matang, infrastruktur yang memadai, serta kolaborasi strategis dengan kontraktor terkemuka, IATA yakin dapat mencapai target 2026 dan memperkuat posisinya sebagai pemain pertambangan batubara nasional yang terus tumbuh berkelanjutan.

Topik Menarik