Apa Itu Maltodekstrin? Kandungan Susu Formula yang Aman dan Diatur BPOM
JAKARTA – Kandungan dalam susu formula kerap menjadi perhatian para orang tua, salah satunya maltodekstrin. Bahan ini cukup umum ditemukan pada produk susu formula bayi di Indonesia. Meski sering menimbulkan pertanyaan, maltodekstrin sejatinya merupakan bahan yang dinyatakan aman dan penggunaannya berada di bawah pengawasan ketat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Mengenal Maltodekstrin
Maltodekstrin adalah jenis karbohidrat hasil olahan pati, yang bisa berasal dari jagung, beras, atau kentang. Proses pembuatannya dilakukan melalui hidrolisis, yakni pemecahan pati menjadi molekul glukosa berantai pendek. Karakteristik ini membuat maltodekstrin mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, termasuk sistem pencernaan bayi.
Pada masa pertumbuhan awal, bayi membutuhkan energi dalam jumlah cukup untuk menunjang perkembangan otak, kemampuan motorik, serta aktivitas fisik hariannya. Di sinilah peran karbohidrat, termasuk maltodekstrin, menjadi penting.
Fungsi Maltodekstrin dalam Susu Formula
Selain sebagai sumber energi, maltodekstrin juga berperan dalam menjaga kualitas fisik susu formula. Bahan ini membantu menghasilkan tekstur yang lebih lembut, mudah larut saat diseduh, serta menjaga kestabilan produk.
Pada formula tertentu, seperti susu rendah laktosa atau bebas laktosa, maltodekstrin kerap digunakan sebagai pengganti karbohidrat. Hal ini berguna bagi bayi dengan intoleransi laktosa atau gangguan pencernaan tertentu, sehingga kebutuhan energinya tetap terpenuhi tanpa memicu keluhan.
Pengaturan oleh BPOM
BPOM mengelompokkan maltodekstrin sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP). Dalam industri pangan, termasuk susu formula, maltodekstrin berfungsi sebagai pengisi, penstabil, pengatur tekstur, serta pendukung sifat fisik produk.
Penggunaannya tidak dilakukan secara bebas. Produsen wajib mengikuti ketentuan terkait batas pemakaian, tujuan teknologi pangan, serta aturan pelabelan. BPOM hanya mengizinkan penggunaan BTP yang telah terbukti aman dan memiliki fungsi jelas dalam produk.
Dengan demikian, maltodekstrin tergolong bahan yang diizinkan dengan pengawasan, bukan termasuk zat berbahaya atau terlarang.
Bukan Gula Tambahan Biasa
Sebagian orang tua mengira maltodekstrin identik dengan gula tambahan. Padahal, secara fungsi dan regulasi, maltodekstrin berbeda dengan gula sederhana seperti sukrosa atau glukosa.
BPOM memiliki pengawasan tersendiri terhadap kandungan gula tambahan dalam susu formula dan susu pertumbuhan. Selama digunakan sesuai ketentuan, keberadaan maltodekstrin tidak otomatis menjadikan susu formula tinggi gula.
Keamanan maltodekstrin juga diakui secara global. Lembaga seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat dan European Food Safety Authority (EFSA) menyatakan bahan ini aman digunakan dalam produk pangan bayi. Maltodekstrin juga bersifat bebas gluten, sehingga cocok bagi bayi dengan sensitivitas tertentu.
Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Sinopsis Sinetron Terbelenggu Rindu Eps 446: Marcel Serang Biru hingga Pingsan, Amira Diculik
Walau dinyatakan aman dan diawasi ketat, orang tua tetap disarankan untuk:
- Membaca daftar komposisi pada kemasan susu formula
- Memahami fungsi setiap bahan yang tercantum
- Memilih susu formula sesuai kebutuhan dan kondisi bayi
- Berkonsultasi dengan dokter anak jika muncul keraguan atau kekhawatiran










