Jejak Sejarah 3 Januari: Pertempuran Princeton hingga Pemindahan Ibu Kota ke Yogyakarta
JAKARTA - Memasuki hari ketiga pergantian tahun, sejumlah peristiwa bersejarah terjadi pada 3 Januari. Salah satunya adalah pemindahan Ibu Kota oleh Ir. Soekarno dari Jakarta ke Yogyakarta karena alasan keamanan, menyusul pendaratan pasukan Sekutu di Jakarta pada 1946.
Berikut rangkuman peristiwa yang terjadi pada 3 Januari, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org:
1. Pertempuran Princeton (1777)
Selama Revolusi Amerika, Pertempuran Princeton terjadi pada 3 Januari 1777 di dekat Princeton, New Jersey, satu minggu setelah Pertempuran Trenton. Jenderal George Washington, pemimpin Continental Army, memimpin pasukannya maju ke Princeton setelah kemenangannya di Trenton.
Pasukan Britania di bawah pimpinan Charles Cornwallis bersiaga dan mengejar pasukan Amerika, namun pasukan Continental Army membakar jembatan di belakang mereka dan menyerang pasukan Britania sebelum mundur. Pertempuran ini menewaskan 200 pasukan Britania dan melukai atau menangkap sekitar 300 lainnya, sedangkan pasukan Amerika hanya menderita kerugian kecil.
2. Meninggalnya Nani Wartabone, Pahlawan Nasional Asal Gorontalo (1986)
Nani Wartabone, putra Gorontalo yang lahir pada 30 Januari 1907, adalah tokoh perjuangan dari provinsi Gorontalo. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 085/TK Tahun 2003.
Nani aktif berorganisasi dan menentang kolonialisme di daerahnya, mendirikan Jong Gorontalo di Surabaya, serta menjadi sekretarisnya pada 1923. Ia juga membentuk perkumpulan tani (hulanga) yang menanamkan rasa kebangsaan, menjabat Ketua PNI Cabang Gorontalo, membuka cabang Partindo, serta menjadi Residen Sulawesi Utara di Gorontalo dan anggota DPRGR.
Ia wafat saat salat Jumat berkumandang pada 3 Januari 1986. Sebagai penghormatan, dibangun Tugu Nani Wartabone di Lapangan Taruna Remaja, tepat di depan Rumah Dinas Gubernur Gorontalo.
3. Dibentuknya Kementerian Agama Republik Indonesia (1946)
Kementerian Agama Republik Indonesia, dulu bernama Departemen Agama, dibentuk pada 3 Januari 1946. Awalnya, Muhammad Yamin mengusulkan pembentukan kementerian yang berkaitan dengan agama dalam sidang BPUPKI pada 11 Juli 1945, namun usulannya mendapat sambutan minimal.
Usulan pembentukan Kementerian Agama kembali diajukan pada 19 Agustus 1945 saat sidang PPKI dan pada November 1945 melalui BP-KNIP, hingga akhirnya disetujui oleh Presiden Soekarno. Haji Mohammad Rasjidi diangkat sebagai Menteri Agama pertama Republik Indonesia.
4. Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Yogyakarta (1946)
Pemindahan Ibu Kota dilakukan karena situasi keamanan di Jakarta sangat tidak stabil akibat pendaratan pasukan Sekutu (AFNEI) yang diboncengi Belanda (NICA). Razia, penangkapan, penjarahan, dan perampokan terjadi di banyak tempat, serta upaya penculikan Presiden Soekarno dan pejabat tinggi pemerintah.
Pada 2 Januari 1946, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII menawarkan jaminan keamanan bagi pemerintah RI jika Ibu Kota dipindahkan ke Yogyakarta. Soekarno menyetujui dan mulai mempersiapkan pemindahan secara diam-diam pada 3 Januari 1946 menggunakan kereta api.
Rombongan tiba dengan selamat pada 4 Januari 1946 dan disambut oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Sri Pakualam VIII, Panglima Jenderal Soedirman, pejabat tinggi yang lebih dahulu tiba, dan masyarakat Yogyakarta. Rombongan kemudian diarak menuju Gedung Agung melalui Jalan Malioboro.
Sementara pengelolaan keamanan Jakarta diserahkan kepada Letnan Kolonel Daan Jahja, yang juga merangkap sebagai Gubernur Militer Kota Jakarta.










