5 Tanda Orang Masuk Kategori Kelas Menengah Atas

5 Tanda Orang Masuk Kategori Kelas Menengah Atas

Ekonomi | okezone | Sabtu, 31 Mei 2025 - 11:25
share

JAKARTA - Pengeluaran pribadi menjadi indikator jelas untuk mengetahui posisi ekonomi seseorang. 

Perencana keuangan Prita Ghozie membagikan insight menarik tentang gaya hidup individu dengan pengeluaran bulanan Rp2,5 juta hingga Rp10 juta. 

Bila Anda pernah melakukan salah satu dari lima kebiasaan ini, bisa jadi  sudah masuk dalam kategori kelas menengah atas.

Berikut 5 tanda masuk kategori kelas menengah atas, Sabtu (31/5/2025).

1. Meng-upgrade Gaya Hidup Sehari-hari

Salah satu ciri yang paling terlihat adalah peningkatan kualitas hidup. Mulai dari pindah ke perumahan yang lebih elit, mengganti kendaraan dari tipe Low Cost Green Car (LCGC) ke SUV atau bahkan merek premium. 

Meski seringkali dilakukan dengan sistem kredit jangka panjang, keputusan ini mencerminkan peningkatan standar hidup yang signifikan.

 

2. Mencoba Pengalaman yang Sebelumnya Tertunda

Gaya hidup experiential menjadi hal penting bagi kelompok ini. 

Liburan ke luar kota atau luar negeri, memilih kelas bisnis alih-alih ekonomi saat terbang, hingga membeli barang branded yang sebelumnya dianggap tidak perlu, kini menjadi pilihan sadar demi "self reward" atau peningkatan prestise sosial.

3. Memberi Dukungan Finansial ke Keluarga Besar

Individu kelas menengah atas cenderung mulai ikut menanggung beban keluarga besar. Mulai dari mengirim uang rutin untuk orang tua atau mertua, membiayai pendidikan adik atau keponakan, hingga renovasi rumah orang tua atau membelikan tanah atas nama keluarga di kampung halaman.

4. Serius Berinvestasi dan Melek Keuangan

Kesadaran untuk merencanakan masa depan menjadi ciri khas lainnya. Mereka mulai berinvestasi di reksa dana, saham, emas, hingga crypto. 

Tak hanya itu, mulai mempertimbangkan asuransi jiwa dan kesehatan untuk keluarga menjadi langkah penting yang diambil, namun tentu saja, dengan bekal pengetahuan keuangan yang cukup.

5. Pendidikan Anak Jadi Fokus Utama

Prioritas pendidikan menjadi hal yang menonjol. Banyak dari mereka memilih menyekolahkan anak ke institusi internasional atau swasta unggulan. 

Tak hanya itu, kursus tambahan seperti coding, piano, atau ballet juga menjadi bagian dari rutinitas. Sebagian bahkan telah menyiapkan tabungan pendidikan untuk kuliah anak di luar negeri.
Perlu diingat, pengeluaran ini adalah per individu, bukan keluarga. Artinya, jika satu keluarga terdiri dari empat orang, maka tinggal dikalikan empat untuk total pengeluaran keseluruhan.

Topik Menarik