Misteri 12 Ramalan Jayabaya yang Terbukti Nyata, Banyak Pengkhianat hingga Bencana di Indonesia

Misteri 12 Ramalan Jayabaya yang Terbukti Nyata, Banyak Pengkhianat hingga Bencana di Indonesia

Nasional | okezone | Minggu, 25 Februari 2024 - 08:26
share

 

JAKARTA – Prabu Sri Aji Jayabaya yang bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa adalah raja yang memerintah Kerajaan Kediri sejak tahun 1135 hingga 1159.

Semasa kepemimpinan Raja Jayabaya, Kerajaan Kediri mencapai masa kejayaanya. Sri Jayabaya juga dikenal sebagai raja yang meramal masa depan di Nusantara. Ramalan Sri Jayabaya ditulis dalam sebuah tulisan yang dikenal sebagai ‘Ramalan Jayabaya’.

Kitab ‘Ramalan Jayabaya’ hingga kini masih dipercaya sebagian orang. Salah satu ramalan Jayabaya adalah mengenai ramalan para pemimpin Nusantara.

Ramalan Jayabaya menyebutkan bahwa pemimpin Indonesia adalah No-To-No-Go-Ro. Hal ini masih dipercayai karena pemimpin di negeri ini sesuai apa yang ditulis Sri Jayabaya.

Selain ramalan Notonogoro yang sesuai dengan apa yang ditulis Sri Jayabaya, masih ada beberapa ramalan Jayabaya tentang Indonesia. Berikut ini 12 ramalan Jayabaya yang disebut sebagian orang sudah terbukti

1. Kereta tanpa kuda, pesawat, rel kereta, dan hilangnya pasar Sri Jayabaya telah meramalkan bahwa di Nusantara di masa depan akan ada kereta yang ditarik tanpa kuda.

Ramalan tersebut berbunyi, seperti ini “Mbesuk yen ana kreta mlaku tanpa jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing dhuwur awang-awang, kali ilang kedunge pasar ilang kumandange. Iku tanda yen tekane jaman Joyoboyo wis cedak”

Bila diartikan, kurang lebih seperti ini “Besok kalau sudah ada kereta berjalan tak berkuda, tanah Jawa berkalung besi, perahu berjalan di atas angkasa, sungai kehilangan lubuknya, pasar hilang kumandangnya, itulah tanda bahwa zaman Jayabaya semakin dekat.

2. Anak mangan bapak (anak berani melawan bapaknya).

3. Datangnya zaman penuh bencana di Nusantara yang diramalkan, seperti “lindu ping pitu sedino, lemah bengkah, pagebluk rupo-rupo” yang artinya (gempa tujuh kali sehari, tanah retak, macam-macam bencana alam).

4. Akeh pengkhianat (banyak bermunculan pengkhianat).

5. Akeh laknat (banyak bermunculan kutukan).

Topik Menarik