Kronologi Kapal Wisata KM Feronia Tenggelam di Pulau Tatawa, Terbalik usai Masuk Pusaran Air

Kronologi Kapal Wisata KM Feronia Tenggelam di Pulau Tatawa, Terbalik usai Masuk Pusaran Air

Nasional | inews | Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:15
share

MANGGARAI BARAT, iNews.id - Kapal wisata KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/10/2026). Kapal pinisi tersebut terbalik setelah melintasi pusaran arus air sekitar pukul 14.30 WITA.

Kapal dengan tonase 51 gross ton (GT) itu mengangkut 30 orang, terdiri atas lima anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang.

Sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan, sedangkan satu penumpang lainnya masih dalam pencarian hingga Rabu (14/10/2026).

Peristiwa bermula saat KM Feronia melintasi perairan Pulau Tatawa. Ketika berada di kawasan tersebut, kapal diduga masuk ke pusaran arus yang membuat badan kapal miring hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

Setelah menerima laporan kejadian, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan mengevakuasi seluruh orang yang berada di atas kapal.

Petugas mengerahkan sejumlah sarana laut, termasuk kapal dan speedboat yang berada di sekitar lokasi kejadian, untuk membantu proses penyelamatan korban.

Hingga pukul 18.00 WITA, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 29 orang dari total 30 orang yang berada di KM Feronia. Seluruh korban yang ditemukan tersebut berhasil dievakuasi, sementara satu orang lainnya belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan tim SAR telah menemukan dan mengevakuasi 29 orang. Sementara itu, kapal diketahui sudah tenggelam.

"Sebanyak 29 korban dievakuasi selamat, sedangkan satu orang lagi masih dalam pencarian," ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Proses evakuasi korban KM Feronia melibatkan empat sarana laut. Sebanyak 14 orang dievakuasi menggunakan speedboat Red Whale 2, sedangkan empat orang lainnya menggunakan speedboat Mac Cruise.

Tim SAR juga mengevakuasi tujuh orang menggunakan rigid inflatable boat (RIB) milik Pos SAR Manggarai Barat. Sementara itu, empat orang lainnya diselamatkan menggunakan Sea Rider KSOP Labuan Bajo.

Seluruh korban yang berhasil ditemukan kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian. Namun, operasi pencarian masih berlanjut untuk menemukan satu orang yang belum diketahui keberadaannya.

Fathur Rahman mengatakan upaya pencarian akan dilanjutkan sesuai dengan rencana operasi SAR. Berdasarkan laporan tim di lapangan, posisi kapal sudah tenggelam dan tidak lagi terlihat di permukaan air.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap satu korban yang masih hilang. Operasi pertolongan di perairan Pulau Tatawa tersebut menjadi fokus petugas hingga korban yang belum ditemukan berhasil diketahui keberadaannya.

Topik Menarik