5 Fakta Kapal Virgo Terbalik Dihantam Ombak di Laut Jawa, Ratusan Orang dalam Pencarian

5 Fakta Kapal Virgo Terbalik Dihantam Ombak di Laut Jawa, Ratusan Orang dalam Pencarian

Nasional | okezone | Senin, 14 September 2026 - 03:27
share

JAKARTA - KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Kapal berangkat dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026.

Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Berikut fakta-faktanya:

1. Kapal Membawa 243 Orang

KM Virgo Transport 8 membawa total 243 orang, terdiri dari penumpang dan kru. Dengan rincian 30 kru kapal dan 213 sisanya penumpang.

2. Kapal Hilang Kontak saat Cuaca Buruk

Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu, 13 September 2026. Posisi terakhirnya berada di Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Sebelumnya, kapal dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menjelaskan, laporan hilang kontak kapal diterima pada pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.

Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan enam personel rescue menggunakan Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih pada pukul 04.30 WITA. Tim SAR selanjutnya akan bergerak menuju perkiraan posisi terakhir kapal menggunakan KN SAR Laksmana 241 dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.

3. KM Virgo Transport 8 Terbalik Dihantam Ombak

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkap kondisi kapal KM Virgo Transport 8 terbalik usai hilang kontak di perairan Laut Jawa. Dudy menyebut hal itu terpantau dari helikopter saat operasi pencarian dan pertolongan.

"Kapal dari informasi yang kami dapatkan dari helikopter itu terbalik," ujar Dudy dalam konferensi pers, Minggu, 13 September 2026.

Meski menyebut terbalik, ia mengatakan kapal belum dalam kondisi tenggelam seutuhnya. "Tapi belum tenggelam," lanjut dia.

4. Evakuasi Dibantu Sejumlah Kapal, Termasuk Kapal Tanker Pertamina

Salah satu yang ikut membantu adalah MT Mauhau milik Pertamina Patra Niaga. Kapal tanker tersebut menerima informasi melalui radio VHF dan kemudian mendatangi lokasi untuk membantu evakuasi. Dalam laporan awal, MT Mauhau berhasil mengevakuasi 16 orang, termasuk nakhoda. Tim SAR juga terus bergerak melakukan operasi penyelamatan.

5. Jumlah Korban Dievakuasi dan Ratusan Orang Masih Dicari

Data evakuasi mengalami pembaruan sepanjang operasi SAR. Dari laporan awal 103 orang yang dievakuasi, kemudian jumlahnya menjadi 113 orang, dengan 107 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia.

Sementara Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 130 orang lainnya yang diduga merupakan kru atau penumpang kapal.

Topik Menarik