Tim SAR Belum Bisa Pastikan Pelampung yang Ditemukan Milik Jurnalis

Tim SAR Belum Bisa Pastikan Pelampung yang Ditemukan Milik Jurnalis

Nasional | sindonews | Kamis, 10 September 2026 - 21:47
share

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap speedboat yang ditumpangi lima jurnalis dan tiga kru kapal pada Kamis (10/9/2026) masih nihil. Tim SAR Gabungan hingga saat ini baru menemukan jaket pelampung dan pelampung botol di Selat Sunda.

"Dari semua hasil ini saat ini untuk yang kita temukan itu ada life jacket dan pelampung botol, selebihnya dari enam sektor ini masih nihil (terhadap korban)," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad dalam konferensi pers, Kamis (10/9/2026).

Amrad juga belum bisa memastikan apakah jaket pelampung serta pelampung botol yang ditemukan merupakan perangkat yang digunakan para survivor. Amrad menyebut petugas akan melakukan pengecekan lebih lanjut dulu terhadap temuan tersebut. "Temuan ini (jaket pelampung dan pelampung botol) dalam proses perjalanan, dan hasilnya nanti akan kita sampaikan," jelasnya.

Baca Juga: Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Jaket Pelampung

Rincian 6 Sektor Operasi pencarian Hari ke-3:1. SEKTOR 1: luas area 469 nautical mile melibatkan KN SAR Basudewa.Penyisiran: Pencarian di pesisir Lampung dan darat, pemapelan terhadap warga-warga dan nelayan setempat.Hasil: Nihil

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad. Foto/Isra Triansyah

2. SEKTOR 2: Luas area 436 nautical mile menggunakan KP Sanjaya dan KRI Karambit

Penyisiran: -KP Sanjaya melakukan pencarian dari dermaga Pelindo ke arah Gunung Anak Krakatau menuju sebelah Barat Gunung Anak Krakatau

-KRI Karambit penyisiran mulai dari dermaga Indah Kiat menuju sebelah Barat Laut Gunung Anak KrakatauHasil: Nihil

3. SEKTOR 3: Luas area 494 nautical mile menggunakan KN Tetuka dan KRI LeuserPenyisiran:-KN Tetuka: melaksanakan pencarian dari dermaga Pelindo Ciwandan ke arah Gunung Anak Krakatau menuju Barat Daya Gunung Anak Krakatau-KRI Lauser: melaksanakan pencarian di sebelah Barat Daya Gunung Anak KrakatauHasil: Nihil

4. SEKTOR 4: Luas area 364 nautical mile melibatkan KRI Lepu dan KAL Pahawang dan RIB Lampung

Penyisiran:- KRI Lepu: pencarian di sektor D sebelah Utara Anak Gunung Krakatau (pertengahan laut)- KAL Pahawang: pencarian di Utara Gunung Anak Krakatau (pertengahan laut)- RIB Lampung: pencarian di Utara Gunung Anak Krakatau (sekitar pulau)

5. SEKTOR 5: 364 nautical mile menggunakan RIB 02 Banten dan tambahan dua kapal milik nelayan

Penyisiran: Pulau Rakata menuju Pulau Panjang dan Ujung KulonHasil: Nihil6. SEKTOR 6: Luas area 374 nautical mile dengan menggunakan KAL Anyer dan RBB Peucang

Penyisiran: - RBB Peucang: Dermaga Paku Anyer penyisiran di sekitar Carita sampai pesisir Anyer - KAL Anyer: pencarian di Tenggara sekitar dari Gunung Anak KrakatauHasil: life jacket dan pelampung botol

Peristiwa hilang kontak speedboat bermula saat kapal itu bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam. Pada pukul 14.42 WIB, kapal dilaporkan hilang kontak di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 18.13 WIB dengan posisi di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, sebelum kemudian tidak dapat lagi terhubung.

Kapal itu mengangkut lima jurnalis. Sementara, tiga orang lainnya merupakan kapten kapal, anak buah kapal, dan pemandu. Berikut identitasnya:1. Warta (Kapten kapal), 55 tahun2. Surakman (ABK), 60 tahun3. Heriyanto (Guide), 49 tahun4. M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Antara)5. Arie Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com)6. Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews.id), 43 tahun7. Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency)8. Donal Husni (Freelance).

Topik Menarik