Terpapar Asap Pekat Karhutla, Orangutan di Ketapang Ditemukan Pingsan

Terpapar Asap Pekat Karhutla, Orangutan di Ketapang Ditemukan Pingsan

Nasional | inews | Selasa, 1 September 2026 - 17:48
share

KETAPANG, iNews.id – Seekor orangutan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemas tak sadarkan diri di area perkebunan warga Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Orangutan yang kemudian diberi nama Sampurna tersebut diduga mengalami gangguan pernapasan parah setelah terpapar kabut asap pekat sisa karhutla yang merusak habitat alaminya selama beberapa hari. 

Keberadaan mamalia besar ini pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar yang melihat Sampurna berada di sekitar perkebunan dalam kondisi sangat lemah. Menindaklanjuti laporan warga, tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Petugas medis yang diterjunkan segera mengevakuasi Sampurna guna mendapatkan tindakan medis dan perawatan darurat. 

"Partikel dan zat berbahaya yang terkandung dalam asap karhutla sangat mudah masuk ke saluran pernapasan dan merusak fungsi paru-paru satwa. Paparan asap pekat jangka panjang bahkan bisa memicu gagal napas hingga kekurangan oksigen secara drastis," kata Dokter Hewan YIARI, Komara, Selasa (1/9/2026). 

Saat ini, Sampurna telah berada di pusat rehabilitasi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (general check-up). Tim medis memfokuskan pemeriksaan pada organ dalam, khususnya indikasi infeksi atau kerusakan paru-paru akibat inhalasi asap pekat.

Penyelamatan Sampurna semakin menambah panjang daftar evakuasi orangutan yang dilakukan BKSDA Kalbar bersama YIARI akibat maraknya bencana karhutla sepanjang Agustus hingga awal September 2026 ini.

Petugas terus mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan serta segera melaporkan jika menemukan satwa liar yang terdesak keluar dari habitat alaminya akibat bencana kebakaran.

Topik Menarik