Karhutla Muncul Dekat Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kabut Asap Ganggu Penerbangan

Karhutla Muncul Dekat Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kabut Asap Ganggu Penerbangan

Nasional | inews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:48
share

PALANGKA RAYA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) muncul di sekitar pagar perimeter Bandara Tjilik Riwut, Kota  Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (29/8/2026). Kobaran api dan kabut asap membuat jarak pandang menurun hingga membuat sejumlah daftar penerbangan terganggu.

Api dengan cepat membesar dan menjalar di lahan kering yang berada di sekitar kawasan bandara. Kondisi musim kemarau yang disertai tiupan angin kencang membuat kobaran api mudah meluas.

Asap pekat kemudian menyelimuti kawasan sekitar Bandara Tjilik Riwut. Jarak pandang yang menurun memicu kekhawatiran terhadap keselamatan dan kelancaran penerbangan.

Sejumlah pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi bahkan memilih berbalik arah. Kobaran api yang mendekati badan jalan dinilai membahayakan keselamatan pengendara.

Petugas Pemadam Kebakaran Bandara Tjilik Riwut langsung diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api. Mobil tangki digunakan untuk menyemprot area yang terbakar sekaligus membasahi lahan yang berpotensi menjadi jalur perambatan api.

Upaya tersebut dilakukan agar api tidak masuk ke kawasan bandara dan tidak meluas ke arah permukiman warga.

Koordinator Keamanan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Bayu, menyebut terdapat dua titik kebakaran di sekitar pagar perimeter bandara.

Kebakaran tersebut tidak hanya mengancam lahan di sekitar bandara, tetapi juga berdampak terhadap operasional penerbangan. Sejumlah pesawat dari Semarang dan Surabaya dilaporkan belum bisa mendarat akibat jarak pandang yang terganggu kabut asap.

Hingga kini, penyebab kebakaran lahan belum diketahui secara pasti. Namun, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas oknum yang tidak bertanggung jawab.

Petugas masih melakukan upaya pemadaman dan pembasahan untuk mencegah api kembali membesar. Kondisi kabut asap juga terus dipantau karena berpotensi mengganggu penerbangan dari dan menuju Bandara Tjilik Riwut.

Kebakaran lahan yang muncul di tengah musim kemarau menjadi perhatian karena lokasinya berada dekat fasilitas vital transportasi udara. Jika jarak pandang terus menurun, aktivitas penerbangan berpotensi kembali terganggu.

Topik Menarik