Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel Belum Bisa Dilakukan, Ini Alasannya
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum bisa dilaksanakan. Sebab awan sebagai target penyemaian belum terlihat di langit Kalsel.
"Untuk OMC belum bisa dilakukan karena belum ada pertumbuhan awan," ucap kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Minggu (23/8/2026).
Adapun, turunnya hujan buatan hasil modifikasi cuaca ini sangat diandalkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalsel. Sebab sumber air sangat terbatas mengingat saat ini masih pada musim kemarau.
Baca juga: Bareskrim Polri Tetapkan 72 Tersangka Kasus Dugaan Pembakaran Hutan dan Lahan
"Sebagian besar titik karhutla berada di lahan gambut sehingga sulit untuk dipadamkan. Operasi modifikasi cuaca dan hujan salah satu faktor utama untuk dapat memadamkan lahan terbakar," ucap dia. Untuk mendukung operasi penanganan Karhutlah, satgas darat mengerahkan 9.800 personel. Data sementara mencatat, 8.620 hektar hangus terbakar.
Lihat video: KARHUTLA KIAN MENGGANAS! Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api
"Saat ini situasi di Kalimantan Selatan terkendali, satgas darat bekerja 24 jam. Wilayah ring 1 di mana di Kabupaten Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala," katanya.Menurutnya, titik karhutla di Kalsel telah berhasil dipadamkan dan pembasahan, namun beberapa hari selanjutnya kembali muncul api.









