Kemenkes Targetkan Seluruh RSUD dan Puskesmas Terdampak Gempa NTT Beroperasi 12 Minggu ke Depan

Kemenkes Targetkan Seluruh RSUD dan Puskesmas Terdampak Gempa NTT Beroperasi 12 Minggu ke Depan

Nasional | sindonews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:05
share

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Mbay - Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dapat kembali beroperasi penuh melayani warga dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin menjelaskan bahwa target pemulihan RSUD ditetapkan paling lambat satu minggu untuk mengaktifkan kembali layanan dasar medis penanganan luka trauma, kesehatan ibu dan anak, serta fasilitas cuci darah (hemodialisa).

“Target paling lama satu Minggu, seluruh RSUD harus bisa melakukan operasional dasar. Fokus ke layanan Operasi Trauma, Ibu & Anak, Hemodialisa,” kata Agus dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Baca juga: Update Korban Gempa Bumi di NTT: 51 Orang Meninggal, 64 Luka-Luka

Sementara itu, untuk Puskesmas ditargetkan bisa kembali beroperasi dalam kurun waktu dua Minggu guna melayani ibu hamil, persalinan dan imunisasi. “Diharapkan dalam 2 minggu seluruh Puskesmas yang rusak sudah beroperasi minimal kembali, fokus ke layanan ibu hamil, melahirkan dan imunisasi,” ucap dia.Berdasarkan pemutakhiran data tim Health Emergency Operation Center (HEOC) Kemenkes per 16 Agustus 2026, gempa yang mengguncang kawasan Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) tersebut merusak 9 rumah sakit dan 68 Puskesmas di NTT. Kerusakan paling parah dialami RSUD Nagekeo hingga fasilitas tersebut lumpuh total.

Lihat video: DUKA GEMPA NTT! Ibu & Anak Ditemukan Meninggal Berpelukan Tertimbun Reruntuhan Gempa

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pemerintah bergerak cepat menangani kelumpuhan layanan di RSUD Nagekeo dengan mendistribusikan sarana rumah sakit lapangan berupa tenda darurat beserta set fasilitas ruang operasi yang dikirim langsung ke lokasi.

"Khusus untuk Rumah Sakit Nagekeo karena sudah berhenti beroperasi, kita kemarin malam kirim rumah sakit lapangan. Kita kirim ke sana dan rencana mungkin tiba dalam sehari dua hari ini dan bisa dibangun," ujar Budi.

Budi menambahkan, penanganan darurat di lapangan diprioritaskan untuk kelompok rentan, pasien patah tulang, ibu hamil dengan komplikasi, serta pasien rutin cuci darah. Selain RS lapangan, Kemenkes juga menyiapkan alur rujukan darurat ke RSUD Borong dan RSUD Komodo untuk menangani kasus medis kritis di tengah keterbatasan akses jalan yang sempat terputus.

Topik Menarik