Kampus Berdampak: Ubaya Kobarasi Unitomo Dorong Sepatu Lokal Mojokerto Naik Kelas

Kampus Berdampak: Ubaya Kobarasi Unitomo Dorong Sepatu Lokal Mojokerto Naik Kelas

Nasional | sindonews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:08
share

Universitas Surabaya (Ubaya) memperkuat peran kampus berdampak melalui pendampingan langsung terhadap sentra industri sepatu di Kabupaten Mojokerto. Melalui Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD), Ubaya bersama Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) mendampingi dua kelompok pengrajin sepatu, AZERO dan REDMON untuk meningkatkan kapasitas produksi, pengelolaan usaha, inovasi, serta pemasaran digital.

Program ini bertema Harmonisasi Kewirausahaan Berkelanjutan melalui Peningkatan Kualitas Produksi dan Pemasaran untuk Produk Unggulan Sepatu Olah Raga di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dukungan berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemdiktisaintek. Baca juga:Libatkan BEM, Kemendiktisaintek Luncurkan Program Mahasiswa Berdampak

Kepala Bidang ILMATET Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, Silvia Dewi mendukung program tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Disperindag Mojokerto siap bersinergi menyukseskan program ini supaya UKM sepatu di Mojokerto semakin berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya, Minggu (16/8/2026).

Perkuat Produksi dan Pemasaran DigitalPendampingan PM-UPUD diarahkan pada penguatan proses produksi sekaligus pemasaran digital. Tim menghadirkan teknologi berupa mesin press sol hidrolik universal, mesin cutting, serta aplikasi pembukuan dan keuangan.

Pemberian teknologi tersebut disertai pelatihan dan pendampingan agar alat yang diberikan tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari peningkatan kapasitas usaha mitra. Pelatihan mencakup penggunaan peralatan, analisis tren, desain produk, pembuatan company profile, pengelolaan media sosial, hingga live streaming untuk mendukung pemasaran.Pendekatan PM-UPUD menempatkan mitra AZERO dan REDMON sebagai pelaku utama dalam transformasi usaha. ”Tim tidak hanya menghadirkan pelatihan dan teknologi, tetapi juga mendampingi proses produksi, pengelolaan bisnis, dan pemasaran agar kemampuan tersebut dapat diteruskan secara mandiri,” kata Ketua Tim Pelaksana, Bertha Silvia Sutejo.

Program ini melibatkan dosen dari berbagai bidang keahlian. Bertha Silvia Sutejo dari Ubaya dalam bidang manajemen, Nur’annafi Farni Syam Maella dari Unitomo pada bidang komunikasi, Tyrza Adelia dari Ubaya pada bidang informatika, serta Mochammad Arbi Hidayat dari Ubaya pada bidang teknik industri.

Sejumlah mahasiswa Ubaya, yakni Jovan Nectarius, Erlita Christiana, Herlina Octavia Therry, dan Nyoman Aiswarya Ananda turut terlibat. Baik dalam pemasaran, dokumentasi, pengembangan bisnis, serta pengembangan aplikasi pembukuan.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadikan UMKM bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai ruang belajar nyata bagi sivitas akademika. Di sisi lain, masyarakat memperoleh akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan pendampingan yang dapat mendukung keberlanjutan usaha.

Program dirancang secara bertahap. Tahap awal berfokus pada penguatan produksi dan pemasaran digital, kemudian dilanjutkan dengan digitalisasi manajemen dan inovasi produk. Pada tahap berikutnya, program diarahkan pada ekspansi produksi dan penetrasi pasar yang lebih luas.Pemilik AZERO, Saifudin berharap pendampingan ini memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. “Aktivitas program diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga memperluas peluang kerja dan menggerakkan ekonomi lokal Mojokerto,” ujarnya

Komitmen Ubaya dalam mendampingi industri alas kaki di Mojokerto juga mendapat apresiasi dari Pemkab Mojokerto. Ubaya menerima penghargaan atas peran aktifnya sebagai mitra strategis dan kampus berdampak dalam mendukung peningkatan kualitas produksi, pengembangan produk, serta pemasaran produk unggulan daerah. Baca juga: Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian menyerahkan piagam penghargaan kepada Rektor Ubaya, Benny Lianto. Selain penghargaan bagi Ubaya, dua pelaku IKM alas kaki juga menerima bantuan peralatan untuk mendukung peningkatan produksi. Fatkhurrohman mendapatkan mesin cutting, sedangkan Saifudin menerima mesin press universal.

Rizal mengapresiasi peran Ubaya yang selama ini turut mendampingi sentra IKM alas kaki di Kabupaten Mojokerto, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengembangan produk, hingga pemasaran. “Sinergi ini diharapkan bisa menaikkan kapasitas produksi, kualitas, dan daya saing IKM sehingga bisa menembus pasar yang lebih luas. Terima kasih atas dukungan Kemdiktisaintek dan Ubaya yang konsisten melakukan pemberdayaan di wilayah Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Topik Menarik