Viral Kasatpol PP Sultra Baku Hantam dengan Anggota, Dipicu Lomba HUT RI

Viral Kasatpol PP Sultra Baku Hantam dengan Anggota, Dipicu Lomba HUT RI

Nasional | inews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:53
share

KENDARI, iNews.id – Video perkelahian Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) Hamim Imbu dengan anggotanya, Akbar, viral di media sosial.

Insiden baku hantam tersebut diketahui terjadi di area Kantor Satpol PP Pemprov Sultra pada Kamis (13/8/2026) sore dan merembet hingga ke ranah hukum. 

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial dan grup percakapan WhatsApp pada Jumat (14/8/2026), terlihat sejumlah personel Satpol PP pontang-panting melerai perkelahian antara pimpinan dan bawahannya tersebut.

Perselisihan sempat makin memanas ketika Kasatpol PP Hamim Imbu bergegas berlari ke arah mobilnya sambil berteriak mengancam akan mengambil senjata tajam jenis parang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, perselisihan fisik tersebut dipicu oleh kekecewaan sang anggota, Akbar, yang mendadak didiskualifikasi secara sepihak dari turnamen bulu tangkis antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sultra dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 RI di GOR Apriyani.

Akbar mengaku kaget lantaran usai memenangi satu pertandingan, panitia mendatangi dirinya dan menyampaikan instruksi dari Kasatpol PP agar ia didiskualifikasi tanpa alasan yang jelas. 

"Saya datangi Kasat di kantor untuk menanyakan alasan kenapa saya didiskualifikasi. Selama ini, saya  merasa mendapat perlakuan yang tidak adil dari pimpinan," ujar Akbar, Jumat (14/8/2026). 

Menanggapi video viral dan perselisihan yang terjadi, Kasatpol PP Pemprov Sultra Hamim Imbu memberikan klarifikasinya. Hamim menegaskan bahwa dirinya sengaja tidak memberikan rekomendasi kepada Akbar untuk mewakili institusi Satpol PP dalam turnamen bulu tangkis tersebut.

Alasannya, Hamim menilai ada masalah terkait rekam jejak dan karakter individu dari anggotanya tersebut yang dinilai kurang disiplin.

"Yang bersangkutan memang tidak direkomendasikan untuk mewakili instansi dalam kegiatan tersebut karena pertimbangan sikap dan karakter individunya yang kurang baik," ungkap Hamim Imbu. 

Perkelahian antara pimpinan dan bawahan ini tak berlanjut damai di internal instansi. Kasus baku pukul tersebut telah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian setempat guna proses penanganan hukum lebih lanjut.

Topik Menarik