Siswa MTs di Pati Diduga Dibully hingga 2 Ruas Jari Putus, Sekolah Sebut Kecelakaan
Kasus dugaan perundungan atau bullying kembali menggegerkan masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Seorang siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) diduga menjadi korban bullying hingga mengalami cedera serius yakni kehilangan dua ruas jari tangan.
Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah seusai korban menunaikan salat Zuhur. Korban disebut sempat berusaha menyelamatkan diri dari dugaan pengeroyokan yang dilakukan sejumlah siswa kelas IX.
Baca juga: Natasha Rizky Ungkap Pernah Dibully saat SMP, Diancam Akan Dibunuh
Saat berusaha melarikan diri dengan menaiki pagar besi sekolah, tangan korban justru terjepit. Dalam kondisi panik, korban berusaha menarik tangannya hingga salah satu ruas jari telunjuknya terputus dan jatuh ke tanah.
Sementara satu ruas jari manis korban juga mengalami luka parah hingga harus menjalani tindakan amputasi di Rumah Sakit KSH Pati.“Pihak keluarga dengan tegas menceritakan semua kronologisnya kepada kami, dan kasus ini sudah kami laporkan ke pihak kepolisian,” kata pendamping korban, Padina Mahardikasari, dikutip Minggu (2/7/2026).
Bukti Pelindungan Kekayaan Intelektual, Menkum Luncurkan Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia
Baca juga: Ternyata Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Korban Bully
Sementara itu, pihak sekolah menepis adanya perundungan tersebut dan menyatakan peristiwa itu merupakan insiden kecelakaan. Sekolah menyebut para siswa saat itu sedang bermain di pagar.
Pihak sekolag menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden yang mengakibatkan siswa kelas tujuh tersebut kehilangan dua ruas jarinya.
“Kejadiannya itu habis salat Zuhur. Itu murni kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan melakukan aksi bullying karena anak-anak sedang bermain pagar,” kata Kepala MTs, Syafi'i.
Kasus ini telah dilaporkan ke Kepolisian dan diharapkan dalam mengungkap secara terang kronologi termasuk ada atau tidaknya perundungan dalam peristiwa tersebut. Sedangkan korban masih menjalani perawatan akibat cedera yang dialaminya.









