100 Ribu Masyarakat Diperkirakan Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

100 Ribu Masyarakat Diperkirakan Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional | okezone | Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:35
share

JAKARTA - Kementerian Agama akan menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). 

Kegiatan ini diperkirakan dihadiri sekitar 100.000 masyarakat sebagai momentum doa bersama menyambut Hari Kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta seluruh layanan bagi masyarakat yang hadir dipastikan berjalan optimal, mulai dari fasilitas kesehatan hingga aspek pengamanan.

"Masyarakat yang hadir harus bisa mengakses fasilitas yang tersedia. Kalau ada yang sakit, harus bisa ditangani melalui pos kesehatan atau fasilitas pelayanan yang sudah disiapkan," ujar Nasaruddin Umar saat menerima laporan persiapan Zikir dan Doa Kebangsaan dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutip Sabtu (1/8/2026).

 

Selain memastikan layanan teknis, koordinasi pengamanan dan pengelolaan kantong parkir bersama pihak kepolisian juga terus dimatangkan. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi peserta yang berasal dari Banten, DKI Jakarta, serta perwakilan pesantren dan perguruan tinggi.

"Saya mengimbau kepada seluruh keluarga besar bangsa Indonesia, terutama yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, mari kita ramaikan Zikir dan Doa Kebangsaan bersama," katanya.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad mengatakan, seluruh persiapan penyelenggaraan telah memasuki tahap akhir. Berdasarkan hasil peninjauan, pembangunan area panggung telah mencapai sekitar 85 persen.

"Alhamdulillah, pembangunan area panggung telah mencapai sekitar 85 persen. Tinggal penyelesaian akhir seperti pemasangan karpet dan penataan kebersihan," jelas Abu Rokhmad.

Menurutnya, seluruh aspek penyelenggaraan, baik teknis maupun administratif, telah dipersiapkan secara matang. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan, termasuk terkait pengamanan, kantong parkir, hingga rekayasa arus kedatangan jemaah dari Banten, DKI Jakarta, pesantren, dan perguruan tinggi.

"Konsumsi, keamanan, macam-macam, insyaallah sudah ready ya untuk persiapan besok," ungkapnya.

Untuk mendukung kenyamanan peserta, panitia menyiapkan layanan kesehatan yang melibatkan 175 tenaga kesehatan, 23 unit ambulans, lima Tim Reaksi Cepat (TRC), serta tiga ambulans advance yang terhubung dengan Mini ICU guna mengantisipasi kondisi kegawatdaruratan. Selain itu, rujukan medis juga telah disiapkan melalui RSPAD Gatot Soebroto, RSJPD Harapan Kita, dan RSCM.

 

Tenaga kesehatan tersebut merupakan kolaborasi lintas instansi yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Kementerian Sekretariat Negara, Baznas, RS Haji, dan RS Syarif. Seluruh unsur disiagakan untuk memastikan peserta mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat dan optimal selama acara berlangsung.

Panitia juga menetapkan ketentuan bagi peserta yang membawa bendera. Bendera diperbolehkan masuk apabila menggunakan tiang berbahan pipa paralon atau PVC. Sementara itu, tiang berbahan kayu, besi, maupun bambu tidak diperkenankan dibawa ke area kegiatan. Peserta yang membawa bendera akan diarahkan menempati barisan paling belakang.

Selain menjadi momentum doa bersama menyambut Hari Kemerdekaan, Zikir dan Doa Kebangsaan juga akan diisi dengan penyampaian capaian Kementerian Agama di bidang penguatan kerukunan umat beragama, peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik, serta penguatan pendidikan agama dan pesantren.

Zikir dan Doa Kebangsaan akan digelar di Lapangan Monas pada Sabtu, 1 Agustus 2026, mulai pukul 17.00 WIB. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum dan akan dihadiri tokoh lintas agama, pimpinan kementerian dan lembaga, serta berbagai unsur masyarakat.
 

Topik Menarik