Penampakan dari Udara Kebakaran 6 Hektare Lahan Gambut, Asap Tebal Selimuti Palangka Raya
PALANGKA RAYA, iNews.id – Penampakan dari udara memperlihatkan luasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Jalan Hiu Putih Lanjutan, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (27/7/2026). Kepulan asap tebal membubung tinggi dari lahan gambut yang terbakar.
Sementara kobaran api terus menjalar hingga menghanguskan sedikitnya enam hektare lahan. Dari pantauan udara, titik-titik api terlihat menyebar di sejumlah bagian lahan gambut yang mengering akibat musim kemarau.
Asap pekat menyelimuti kawasan kebakaran dan terlihat dari kejauhan. Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah langsung dikerahkan untuk memadamkan api.
Petugas berupaya mencegah kebakaran meluas dengan memanfaatkan sumber air dari parit yang berada di sekitar lokasi. Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mudah.
Tiupan angin kencang membuat api cepat berpindah ke titik lain sehingga petugas harus bekerja ekstra hingga sore hari untuk mengendalikan kobaran api.
Petugas Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Heri mengatakan kondisi cuaca menjadi tantangan terbesar dalam proses pemadaman karena angin mempercepat penyebaran api di lahan gambut yang kering.
"Sumber air aman, kendalanya cuma angin," ujar Heri di lokasi.
Meski menghadapi kendala di lapangan, tim gabungan terus berupaya melokalisasi titik api agar kebakaran tidak merambat ke kawasan yang lebih luas.
Kebakaran ini menambah daftar kejadian karhutla di Kota Palangka Raya selama musim kemarau.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, sejak status siaga tanggap darurat karhutla diberlakukan pada 1 Juni hingga 26 Juli 2026, telah terjadi 109 kasus kebakaran hutan dan lahan dengan total luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 54 hektare.
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Pemerintah mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca yang kering dan berangin.









