Mahfud Masuara Dorong Inkubator Bisnis Palu Masuk Fase Kedua, Pastikan UMKM Miliki Pasar Berkelanjutan

Mahfud Masuara Dorong Inkubator Bisnis Palu Masuk Fase Kedua, Pastikan UMKM Miliki Pasar Berkelanjutan

Nasional | inews | Jum'at, 24 Juli 2026 - 19:09
share

PALU, iNews.id - Keberhasilan program pembinaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi harus diikuti dengan terbukanya akses pasar agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan. Di Kota Palu, program Inkubator Bisnis Berbasis Digital Kota Palu (Inbispalu) dinilai telah membangun fondasi tersebut dan kini perlu memasuki tahap penguatan berikutnya.

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dari Partai Perindo, Mahfud Masuara, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palu yang menghadirkan Inbispalu sebagai pusat pembinaan dan pendampingan UMKM. Menurut dia, program tersebut telah memberikan dasar yang kuat bagi peningkatan kualitas pelaku usaha melalui penguatan kapasitas, literasi, dan digitalisasi.

"Pemkot Palu telah membangun fondasi pembinaan UMKM dengan baik melalui Inbispalu. Pendampingan yang terstruktur seperti ini menjadi modal penting agar pelaku UMKM memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengembangkan usahanya," kata Mahfud dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/7/2026).

Meski demikian, Mahfud menilai tantangan pengembangan UMKM saat ini bukan lagi sebatas memperbanyak pelatihan. Dia menegaskan, Inbispalu perlu memasuki fase kedua dengan memastikan produk UMKM memperoleh akses pasar yang mampu menjaga keberlanjutan usaha.

"Tahap berikutnya adalah memastikan UMKM memiliki pasar yang berkelanjutan. Sebab, usaha tidak akan berkembang hanya karena mengikuti pelatihan, tetapi karena produknya terus terserap oleh pasar," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Perindo Sulteng tersebut.

Mahfud mengatakan, Inbispalu perlu diperkuat sebagai penghubung antara pelaku UMKM dengan berbagai peluang pemasaran. Menurut dia, integrasi produk UMKM ke dalam belanja pemerintah daerah, kemitraan dengan sektor swasta, penyelenggaraan berbagai event, hingga pemanfaatan platform digital dapat menjadi langkah konkret untuk memperluas pasar.

"Keberhasilan pembinaan sebaiknya diukur dari meningkatnya omzet, bertambahnya akses pasar, terciptanya lapangan kerja, dan semakin banyak UMKM yang naik kelas. Jika rantai itu terbangun, Inbispalu tidak hanya menghasilkan UMKM yang terlatih, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan," tutur Mahfud.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Palu menyebut sekitar 9.000 UMKM telah mengikuti berbagai program pembinaan dan pendampingan melalui Inbispalu. Program tersebut mengintegrasikan inkubasi bisnis, pendampingan usaha, fasilitasi akses pembiayaan, business matching, serta penguatan digitalisasi untuk mendorong UMKM berkembang dari pasar lokal menuju pasar nasional.

Topik Menarik