Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
Tantangan perubahan iklim dan ancaman abrasi yang terjadi di berbagai wilayah pesisir Indonesia terus meningkat. PT Tracon Industri turut mengambil langkah nyata dalam upaya mitigasi melalui partisipasinya dalam program kolaborasi penanaman mangrove yang diselenggarakan PT Pupuk Kujang bersama sejumlah entitas di lingkup PT Pupuk Indonesia (Persero).
PT Tracon Industri berpartisipasi menanam 500 bibit mangrove di kawasan Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (6/7/2026). Hal ini sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pemulihan ekosistem dan komitmen pada pembangunan berkelanjutan. Baca juga:Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Kehadiran jajaran manajemen dan karyawan yang terlibat langsung di lapangan menjadi cerminan komitmen kuat dari PT Tracon Industri. Langkah ini bukan sekedar seremonial melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mitigasi abrasi dan pemulihan ekosistem pesisir yang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat setempat.
Direktur Utama PT Tracon Industri, Muhammad Badri Halim menjelaskan, stabilitas ekosistem adalah fondasi operasional yang tidak kalah penting dengan berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan menciptakan dampak positif yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Perusahaan tidak hanya memiliki tanggung jawab nilai ekonomi, tetapi juga wajib menjaga lingkungan dan keberlanjutan wilayah tempat kita beroperasi.
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, PT Tracon Industri ingin mengambil bagian dalam upaya membangun garis pertahanan alami pesisir yang akan melindungi lingkungan sekitar dari dampak abrasi. ”Sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar yang kehidupannya sangat bergantung pada kesehatan ekosistem pantai,” katanya.Menjadi salah satu wilayah pesisir di Pantai Utara Jawa, Dusun Tangkolak yang berhadapan langsung dengan laut menghadapi berbagai tantangan lingkungan, termasuk abrasi yang dapat menggerus garis pantai. Dalam konteks ini, penanaman mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang mampu meredam gelombang, menahan laju sedimentasi, serta mencegah kerusakan garis pantai yang lebih masif.
Selain mengurangi risiko abrasi, hutan mangrove yang terbangun nantinya akan menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir dan membantu menjaga kualitas perairan. Juga berperan sebagai penyerap karbon alami yang mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Partisipasi PT Tracon Industri dalam program kolaborasi penanaman bibit mangrove ini menjadi salah satu contoh bagaimana sektor industri dapat berkontribusi dalam menghadapi tantangan lingkungan melalui aksi bersama yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Badri menambahkan sinergi lintas sektor adalah kunci dalam keberhasilan menjaga aset alam. Baca juga:Implementasi HSE, Tracon Industri Catatkan 23 Juta Jam Kerja Aman Tanpa Kecelakaan
“Upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa kawasan pesisir dapat terus memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang. Ini tidak hanya menanam pohon tetapi menanam masa depan yang berkelanjutan bersama,” tegasnya.
Melalui penanaman 500 bibit mangrove, PT Tracon Industri menegaskan dedikasinya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menyeimbangkan pertumbuhan bisnis, ekonomi, pelestarian alam, serta pemberdayaan masyarakat secara beriringan. Perusahaan juga berharap langkah ini dapat menjadi pemantik bagi gerakan kolektif yang lebih luas demi terciptanya ketahanan nasional yang semakin kokoh untuk masa depan Indonesia.









