HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan bedah rumah milik guru ngaji Ustaz Ahmad Zaini (75) di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara.
Bekerja sama dengan Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia, Kapolri mewujudkan mimpi Ahmad Zaini memiliki rumah yang layak. Sebab Ahmad Zaini sudah lima kali berturut-turut mengajukan diri untuk mendapatkan bedah rumah ke pemerintah sejak 2020 hingga 2025.
Bedah rumah yang dilaksanakan pada 1 Juli 2026 ini bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengambil tema “80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat”
Baca juga: Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Janji Terima Semua Kritik dan Masukan
Ahmad Zaini yang berdomisili di Jalan Sentosa Lorong Nasional 4 RT45/16 Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Kota Palembang merasa terharu atas bantuan rumah dari Kapolri dengan proses begitu cepat dan tidak berbelit-belit. Saat ini rumahnya sudah mulai dalam proses pembongkaran untuk dibangunkan rumah layak huni."Tak menyangka saja, semua berlalu begitu cepat, minggu lalu survey dan laporan minggu depannya langsung datang dan langsung diproses. Alhamdulillah dan terima kasih tak terhingga Pak Kapolri atas bantuannya,” ujarnya.
Lihat video: Pesan Tegas Presiden Prabowo di HUT Bhayangkara: Jangan Gunakan Hukum untuk Balas Dendam!
Istri Zaini yang mengidap penyakit ginjal harus melakukan cuci darah seminggu 2 kali sudah berlangsung selama 6 tahun. "Mungkin ini berkat doa istri yang sedang sakit dan kesabaran kami yang terpenting adalah kebaikan hati Pak Kapolri yang mengerti kondisi kami sekeluarga,” uapnya.Warga Kelurahan Plaju Ulu Rahmadi Baginda Siregar mengaku menjadi saksi bahwa ustaz Zaini sudah lima kali mengajukan diri ke pemerintah daerah agar rumahnya diperbaiki. "Setelah penantian 5 tahun. Alhandulillah ada Program Bedah Rumah Bapak Kapolri,” tutur Rahmadi.
Melalui Program Bedah Rumah Kapolri diharapkan Ustaz Zaini dapat melanjutkan aktivitasnya mengajar dengan tenang tidak takut ambruk.
“Melalui Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia sudah banyak masyarakat yang direaliasikan mimpinya melalui Program Kapolri Misi Kemanusiaan, Bantuan Sosial, Wisata Religi dan lainnya,” katanya.










