HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Suasana Ancol mendadak meriah saat ratusan pengunjung ramai-ramai memadati Bundaran Symphony of The Sea diAncol. Kedatangan masyarakat dari berbagai daerah ini untuk menyaksikan parade mobil hias hingga beragam tarian khas Jakarta yang disuguhkan dalam Jakfestival Ancol 2026.
Parade tersebut merupakan sebuah perhelatan karnaval budaya dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari rangkaian perayaan menuju lima abad Jakarta sekaligus HUT Jakarta ke-499. Parade ini menampilkan berbagai macam produk properti intelektual atau intellectual property (IP) lokal milik Indonesia.
Ribuan mobil hias ditampilkan dan berjalan memanjakan mata pengunjung. Mobil hias tersebut menampilkan berbagai macam produk properti intelektual atau intelectual property (IP) lokal milik Indonesia.
Baca juga: HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Seperti film Pelangi di Mars, Trungtung, Robot Cimot, Jekate hingga Persija Jakarta. Tidak hanya itu, parade juga menampilkan kampanye pilah sampah bagi masyarakat untuk lebih Peduli terkait pemilahan sampah di Jakarta. Parade tersebut juga semakin meriah dengan adanya berbagai penampilan tarian khas Jakarta yang dihiasi dengan peragaan ondel-ondel yang menjadi ikon Jakarta. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, mengatakan bahwa gelaran Jakfestival dilaksanakan bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, gelaran ini menjadi poin penting dalam proses transformasi Ancol sebagai panggung Jakarta dan panggung global. Hal tersebut juga yang menjadi alasan mengapa produk IP lokal dikedepankan dalam parade Jakfestival kali ini.
Lihat video: Meriahkan HUT DKI Jakarta, Setu Babakan Adakan Pergelaran Kesenian Budaya Tradisional Betawi
"Jadi, into the future kita berpikir bahwa jika Ancol ini bisa berkemas, bisa lebih relevan terhadap keinginan daripada masyarakat Jakarta, insyaallah mudah-mudahan Pemprov kegiatan-kegiatannya akan selalu diadakan di Ancol ini," katanya.Syahmudrian menyebut gelaran Jakfestival tahun ini merupakan kali keempat diadakan di Ancol dalam rangka perayaan HUT Jakarta. Disinggung terkait alasan mengapa penyelenggaraan tidak bertepatan dengan tanggal 22 Juni, Syahmudrian menjelaskan bahwa padatnya agenda perayaan di Jakarta menjadi pertimbangan utama.
"Jadi begini, Jakarta ini pada saat tanggal 22 itu banyak banget kegiatannya. Dari pagi, jam 07.00 pagi sampai dengan malam, itu banyak banget. Jadi kalau umpamanya Ancol ini dibikin salah satu kegiatan lagi, ini jadi kita bingung menempatkannya tuh di mana, seperti itu," tutur dia.
Selain itu, ia menambahkan bahwa terdapat banyak lokasi menarik lain di Jakarta yang juga menjadi fokus pemerintah daerah. "Saya pikir Pak Gub dan Pemprov (DKI Jakarta) mempunyai prioritas-prioritas yang lebih sehingga akan menempatkan program-program itu yang sepertinya sudah didesain sebelumnya," tambah Syahmudrian.Lebih lanjut, ia berharap Ancol ke depannya tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata semata, melainkan sebagai ekosistem hiburan yang mampu memberikan nilai lebih bagi pengunjung khususnya kesan dan pengalaman bagi mereka.
"Gini, Ancol ini tidak hanya sekedar kawasan bagi kami untuk seperti menjual tiket. Kita pengin Ancol ini menjadi suatu integrated leisure ecosystem. Maksudnya itu, kita ingin menjual pengalaman. Kita ingin mencreate memori di sini," jelas dia.
Syahmudrian menilai bahwa kesan dan pengalaman lebih berharga dibandingkan hanya sekedar berwisata ia menginginkan para pengunjung bisa menempatkan Ancol di hati mereka dengan kesan bahagia dan kebersamaan serta pengalaman bersama keluarga maupun orang terkasih.
“Kita ingin orang pada saat datang ke Ancol ini dari dalam hatinya itu dia ingin membuat suatu memori yang baik. Dia ingin menciptakan kenangan yang indah bersama keluarganya, dengan orang terkasihnya, atau dengan siapapun juga mereka berada di Ancol ini. Pada saat dia pulang, dia sudah lebih berbahagia. Ini sebenarnya cita-cita kami ke depan," ucapnya.









