Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia

Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia

Nasional | sindonews | Senin, 8 Juni 2026 - 12:30
share

Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) memasuki usia ke-24 tahun pada 8 Juni 2026. Momentum milad ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang pengabdian organisasi kemanusiaan tersebut dalam melayani masyarakat Indonesia dan dunia selama lebih dari dua dekade.

Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) BSMI Basuki Supartono, mengatakan usia 24 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata konsistensi ribuan relawan, pengurus, anggota, dan mitra yang telah mengabdikan diri untuk kemanusiaan.

“Dua puluh empat tahun adalah perjalanan pengabdian, perjuangan, dan persaudaraan. Perjalanan yang dibangun oleh semangat membantu sesama manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, maupun latar belakang sosial,” ujar Basuki, Senin (8/6/2026).

Baca juga: BSMI Berangkatkan 3 Tim EMT ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

BSMI didirikan pada tahun 2002 oleh sejumlah relawan kemanusiaan dari berbagai daerah di Indonesia. Berawal dari keterbatasan sumber daya, organisasi ini tumbuh menjadi lembaga kemanusiaan yang independen, profesional, dan non-profit dengan jaringan kepengurusan di berbagai provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia.Selama 24 tahun pengabdiannya, BSMI terlibat dalam berbagai operasi kemanusiaan di dalam negeri. Relawan BSMI hadir dalam penanganan Tsunami Aceh, Gempa Yogyakarta, Gempa Padang, Gempa Lombok, Gempa Palu dan Donggala, Gempa Alor, Gempa Nabire, Wamena, Banjir Jakarta, berbagai banjir di Sumatera, Bencana Wasior, Erupsi Merapi, Erupsi Sinabung, serta berbagai bencana dan krisis kemanusiaan lainnya.

Lihat video: Bulan Sabit Merah: Dampak Serangan AS–Israel Hancurkan Fasilitas Medis dan Sipil

Tidak hanya di dalam negeri, BSMI juga berpartisipasi dalam berbagai misi kemanusiaan internasional, termasuk membantu korban Gempa Nepal, pengungsi Rohingya di Bangladesh, korban Gempa Myanmar, serta masyarakat terdampak konflik dan krisis kemanusiaan di Suriah, Libanon, Mesir, dan Palestina.

Menurut Basuki, komitmen BSMI terhadap perjuangan kemanusiaan di Palestina merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan kemanusiaan universal.

“Ketika hak hidup, hak kesehatan, dan martabat manusia dirampas, maka menjadi kewajiban moral bagi kita untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian,” tegasnya.

Basuki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, relawan, donatur, dan mitra yang telah membersamai perjalanan BSMI selama 24 tahun. Penghargaan juga diberikan kepada para pendiri, pengurus, anggota, dan relawan yang telah wafat dan meninggalkan warisan perjuangan bagi organisasi.Memasuki usia ke-24 tahun, BSMI menilai tantangan kemanusiaan ke depan semakin kompleks. Mulai dari meningkatnya frekuensi bencana alam, dampak perubahan iklim, perkembangan teknologi yang cepat, hingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan kemanusiaan yang semakin beragam.

Karena itu, penguatan organisasi menjadi salah satu agenda utama BSMI ke depan. Penguatan tersebut mencakup tata kelola organisasi, kepemimpinan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

“BSMI harus semakin kuat dari tingkat pusat hingga provinsi, kabupaten, dan kota. Kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh semangat pengabdian, tetapi juga oleh tata kelola yang baik, koordinasi yang solid, dan kapasitas sumber daya manusia yang unggul,” kata Basuki.

Selain itu, peningkatan kapasitas relawan melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan pengalaman lapangan juga menjadi fokus penting agar pelayanan kemanusiaan yang diberikan semakin profesional dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

BSMI juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi, komunikasi, dan sistem informasi di seluruh tingkatan organisasi. Dengan koordinasi yang lebih baik dan informasi yang lebih cepat serta terintegrasi, organisasi diharapkan mampu memberikan respons yang lebih efektif dalam berbagai situasi kemanusiaan.Di bidang pelayanan kesehatan, BSMI saat ini memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Klinik yang tersebar di Klaten, Sukabumi, Palu, dan Aceh Tamiang. Keberadaan klinik-klinik tersebut menjadi bentuk nyata pengabdian BSMI kepada masyarakat, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.

Basuki menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan klinik akan terus dilakukan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sarana dan prasarana, serta inovasi pelayanan kesehatan.

“Klinik BSMI harus menjadi wajah pelayanan kemanusiaan yang profesional, amanah, humanis, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup pesannya, Basuki mengajak seluruh keluarga besar BSMI untuk menjadikan Milad ke-24 sebagai momentum memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas relawan, mempererat koordinasi, serta memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, maka BSMI akan terus hadir, bergerak, dan mengabdi. Dengan pengalaman yang telah dibangun selama 24 tahun dan semangat pengabdian yang terus menyala, insya Allah BSMI akan terus tumbuh menjadi organisasi kemanusiaan yang semakin profesional, semakin dipercaya, dan semakin bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan masyarakat dunia,” pungkasnya

Topik Menarik