Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi
BANDUNG, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir menerjang tiga desa di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (26/5/2026). Wilayah yang terdampak banjir meliputi Desa Bojongsoang di Kecamatan Bojongsoang serta Desa Dayeuhkolot dan Desa Citeureup di Kecamatan Dayeuhkolot.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, bencana tersebut menyebabkan ratusan warga terdampak dan sebagian harus mengungsi.
"Sebanyak 152 Kepala Keluarga (KK) atau 360 jiwa terdampak, dan 75 orang di antaranya terpaksa mengungsi akibat kejadian ini. Seluruh pengungsi ini berasal dari RW 05 dan RW 14 Desa Dayeuhkolot dan lokasi pengungsian berada di shelter desa," ujar Abdul Muhari, Rabu (27/5/2026).
BNPB menyebut petugas gabungan bersama perangkat desa telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan kebutuhan warga terdampak. Selain itu, petugas juga melakukan penanganan darurat di wilayah banjir.
"Kondisi Selasa (26/5), Tinggi Muka Air (TMA) di wilayah terdampak bervariasi antara 10 hingga 120 sentimeter," katanya.
Banjir yang merendam sejumlah kawasan permukiman membuat aktivitas warga terganggu. Sebagian warga memilih mengungsi ke shelter desa demi keselamatan.
Sementara itu, banjir bandang juga melanda wilayah Gorontalo pada Selasa (26/5/2026). Banjir ini dipicu hujan lebat berkepanjangan yang menyebabkan Sungai Didingga meluap.
Ketinggian muka air saat banjir bandang terjadi dilaporkan mencapai 40 hingga 200 sentimeter.
"Banjir bandang itu menerjang lima desa di Kecamatan Biau, yakni Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga dan Luhuto. Warga sebanyak 529 KK dan akses jalan desa terdampak," katanya.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara diturunkan untuk melakukan asesmen di lapangan. Petugas juga membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga ke lokasi yang lebih aman.
BNPB memastikan hingga kini tidak ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir bandang di Gorontalo. Meski kondisi air mulai surut seiring menurunnya intensitas hujan, petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
"Tidak ada laporan korban yang mengungsi dari kejadian ini. Adapun kondisi terkini, air mulai surut seiring curah hujan yang mulai menurun, namun petugas tetap disiagakan untuk antisipasi banjir susulan," ucapnya.










