Digitalisasi Kalteng Tembus Panggung Nasional, Masuk Nominasi Digital Innovation Awards 2026
JAKARTA, iNews.id – Program digitalisasi yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil mencuri perhatian nasional. Dalam satu tahun terakhir, tim iNews Media Group telah melakukan riset melalui media massa (mainstream), media sosial (medsos) dan pantauan langsung di lapangan.
Berbagai inovasi berbasis teknologi digital yang dijalankan daerah ini resmi masuk dalam nominasi ajang bergengsi Digital Innovation Awards (DIA) 2026 yang akan segera digelar oleh iNews Media Group. Kabar ini disampaikan manajemen iNews Media Grup kepada Pemprov Kalteng melalui pesan tertulis yang disampaikan kepada Dinas Kominfosantik Kalteng pada Senin (4/5/2026).
Ajang penghargaan tahunan yang akan disiarkan di iNews pada Jumat, 22 Mei 2026 mendatang menjadi panggung apresiasi bagi individu, perusahaan, hingga instansi pemerintah yang dinilai sukses menghadirkan inovasi digital berdampak nyata bagi masyarakat. Masuknya Kalteng dalam nominasi DIA 2026 tak lepas dari komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital secara menyeluruh.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, berbagai program inovatif diluncurkan untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil. Salah satu program unggulan adalah Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), sistem bantuan sosial terintegrasi berbasis digital yang diluncurkan sejak Februari 2026.
Program ini memungkinkan penyaluran bantuan lebih transparan dan tepat sasaran, sekaligus memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mengecek status penerimaan secara online. Tak hanya itu, Pemprov Kalteng juga mempercepat pembangunan infrastruktur digital melalui pemasangan internet satelit Starlink di ribuan titik blank spot.
Langkah ini sukses memperluas akses informasi hingga ke desa dan sekolah di pelosok, bahkan capaian pemasangan internet di kantor desa kini telah mencapai 100 persen. Di sektor pendidikan, transformasi digital ditandai dengan penggunaan papan tulis interaktif di seluruh sekolah, menggantikan metode konvensional.
Sementara dalam layanan publik, kehadiran aplikasi E-Pahari memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan secara online tanpa harus datang ke kantor Samsat. Digital Innovation Awards (DIA) sendiri tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga motor penggerak percepatan transformasi digital nasional.
Dengan menghadirkan inovator terbaik dari seluruh Indonesia, ajang ini diharapkan mampu menginspirasi lahirnya terobosan-terobosan baru yang mendorong kemajuan bangsa. Masuknya Kalteng dalam nominasi ini menjadi bukti bahwa transformasi digital di daerah bukan sekadar wacana, melainkan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, membenarkan dan menyambut gembira atas masuknya program digitalisasi Pemprov Kalteng menjadi nominator Digital Innovation Awards (DIA) 2026 iNews Media Group.
Dia menyebut digitalisasi sebagai salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan yang merata hingga wilayah terpencil. Program digitalisasi ini merupakan gagasan utama dari Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran.
“Salah satu program unggulan yang telah diluncurkan pada Februari 2026 adalah Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Program bantuan sosial terintegrasi ini sepenuhnya menggunakan sistem digital untuk memastikan penyaluran bantuan lebih transparan dan tepat sasaran,” ujar Rangga Lesmana, Senin (4/5/2026).
Dia melanjutkan, melalui KHBS, warga prasejahtera menerima bantuan tunai sebesar Rp250.000 per penerima yang disalurkan melalui Bank Kalteng. Selain bantuan tunai, program ini juga mencakup dukungan di bidang pangan, pendidikan, dan kesehatan.
“Masyarakat dapat mengecek status penerimaan bantuan secara online melalui laman resmi program atau melalui kantor kelurahan setempat.” katanya.
Dia menjelaskan bahwa di sektor infrastruktur digital, hingga akhir 2026 Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan pemasangan internet satelit Starlink di 2.080 titik fasilitas publik desa.
“Program ini sudah berlangsung sejak 2025 dan di tahun ini (2026) terus berjalan. Total ada sekitar 2.080 titik yang diajukan untuk penguatan jaringan internet, dan semuanya akan melalui proses verifikasi serta validasi di lapangan. Fokus kita mempercepat pemerataan akses informasi," ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada awal 2026, pemasangan internet di kantor desa telah mencapai 100 persen, sehingga layanan administrasi dan komunikasi pemerintah dapat berjalan lebih efektif, terutama di wilayah terpencil.
Adapun transformasi digital juga menyasar sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berhasil mencapai target 100 persen penggunaan papan tulis interaktif digital di sekolah-sekolah.
Sementara itu, untuk memudahkan layanan perpajakan daerah, Pemprov Kalteng juga meluncurkan aplikasi E-Pahari, sebuah layanan Samsat digital mandiri. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) secara online tanpa harus datang ke kantor Samsat.
Layanan digital ini diharapkan dapat mempercepat transaksi pemerintah daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mengurangi antrean di kantor Samsat.
“Dengan berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk menjadikan digitalisasi sebagai fondasi penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah provinsi,” ucapnya.










