Tampil di Wanderlust Festival Mongolia, Talenta Seni Indonesia Perluas Jejaring Global

Tampil di Wanderlust Festival Mongolia, Talenta Seni Indonesia Perluas Jejaring Global

Nasional | sindonews | Jum'at, 1 Mei 2026 - 16:55
share

Indonesia kembali memperkuat posisi dalam lanskap seni pertunjukan internasional. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mengikutsertakan Manajemen Talenta Nasional (MTN) untuk berpartisipasi dalam Wanderlust Festival di Mongolia. Event yang berlangsung sejak 14-25 April 2026 merupakan festival seni pertunjukan keliling untuk penonton anak dan remaja.

Kementerian Kebudayaan RI memang terus mendorong talenta seni budaya Indonesia. Salah satunya melalui MTN. MTN Seni Budaya merupakan program prioritas nasional yang bertujuan mengembangkan talenta seni budaya Indonesia melalui pendekatan sistematis dan berkelanjutan, sekaligus menghubungkan talenta dengan peluang pengembangan kapasitas dan akses pasar di tingkat nasional dan internasional.

Baca juga: Indonesian Idol Raih Penghargaan Bergengsi Kementerian Kebudayaan

Pada fase Rekognisi Internasional, program ini memberikan dukungan bagi talenta unggul untuk mengakses peluang global, termasuk partisipasi dalam festival, pameran, forum, dan platform internasional lainnya.

“Partisipasi MTN dalam Wanderlust Festival menjadi momentum penting bagi ekosistem seni pertunjukan untuk penonton anak dan remaja,” ujar Direktur Wanderlust Festival Indonesia, Abdul Khafizd Amrullah dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, dukungan ini memperkuat kolaborasi lintas negara yang sebelumnya diinisiasi bersama oleh International Association of Theatre & Performing Arts for Children & Young People (ASSITEJ) dari Indonesia, Mongolia, dan Nepal. Dalam hal ini, MTN hadir untuk memastikan inisiatif tersebut tumbuh menjadi jejaring yang berkelanjutan.

Baca juga: Indonesian Cultural Outlook 2026: Kemenbud Dorong Diplomasi Budaya di Tengah Krisis Global

Wanderlust Indonesia sendiri berlangsung berkat kerja sama dari berbagai pihak. Selain melibatkan Indonesia, juga ada pemerintah Mongolia, Nepal bahkan Uni Eropa. Fokus kerja sama ini adalah perluasan akses seni pertunjukan berkualitas bagi anak dan remaja, khususnya di wilayah terpencil yang minim akses terhadap praktik seni. Gelaran perdana festival berlangsung di Mongolia, berlanjut ke Indonesia dan kemudian ke Nepal.

Sebagai organisasi yang berfokus pada pengembangan Theatre for Young Audiences (TYA), Tamasja-ASSITEJ (International Association of Theatre & Performing Arts for Children & Young People) Indonesia memainkan peran strategis dalam mengirimkan delegasi seniman Indonesia ke Mongolia.

Delegasi tersebut terdiri dari lima perwakilan, yaitu Abdul Khafizd Amrullah sebagai Festival Director Wanderlust di Indonesia, Petra Patria Diah Paramita sebagai Festival Co-Director Wanderlust di Indonesia, Tita Dian Wulansari sebagai seniman pertunjukan dari Kahanane Project, Ricky Setiawan sebagai seniman pertunjukan dari Kahanane Project, dan Afina Yanur Alfilayalin sebagai pendongeng peserta Next Generation Residency Program.

Topik Menarik