Prabowo Berkomitmen Bakal Memangkas Potongan Ojol dari 20 Jadi 8
Presiden Prabowo Subianto membawa kabar gembira bagi para pengemudi transportasi online dalam perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas. Di hadapan puluhan ribu buruh, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memangkas potongan pendapatan yang selama ini diambil oleh perusahaan aplikator.
Prabowo menyatakan ketidaksetujuannya terhadap potongan sebesar 20 yang dinilai sangat memberatkan para pengemudi yang bekerja keras di lapangan.
"Saudara-saudara sekalian, ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Ojol aplikator perusahaan minta disetor 20, gimana ojol setuju 20? Bagaimana 15? Berapa? 10? Saya katakan di sini saya tidak setuju 10, harus di bawah 10. Enak aje, elu yang keringat dia yang dapet duit, sorry aje. Kalau gak mau ikut kita, gak usah berusaha di Indonesia," tegas Prabowo di atas panggung.
Bangunan Liar di Kawasan Stadion Bima Cirebon Dibongkar, Diduga Tempat Karaoke dan Jual Miras
Baca juga: Ini 11 Tuntutan Buruh di Peringatan May Day 2026Sebagai langkah nyata, Presiden Prabowo mengumumkan bahwa dirinya telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Transportasi Online. Aturan ini secara resmi mengubah peta pembagian pendapatan antara pengemudi dan aplikator.
Jika sebelumnya pengemudi hanya mengantongi sekitar 80 dari pendapatan, melalui aturan baru ini, pengemudi berhak mendapatkan minimal 92 dari total pendapatan. Artinya, potongan maksimal bagi aplikator kini dibatasi hanya sebesar 8.Lihat video: KONDISI TERKINI: Ribuan Ojol dan Buruh Kepung Jakarta di May Day 2026
Selain soal pembagian pendapatan, Perpres ini juga mewajibkan penyediaan perlindungan sosial bagi pengemudi ojol, meliputi jaminan kecelakaan kerja dan pemberian fasilitas BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan.Langkah progresif Presiden ini sekaligus menjawab aspirasi yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. Dalam orasinya di lokasi yang sama, Said Iqbal membawa 11 isu strategis, termasuk tuntutan agar tarif potongan ojol diturunkan menjadi 10 dari angka sebelumnya yang mencapai 20.
Said Iqbal menilai kebijakan pro-ojol ini merupakan bentuk keberpihakan nyata Presiden terhadap pekerja di sektor transportasi daring. "Kami meminta potongan ojol 10 bukan 20. Dan kami sudah tahu Bapak pro kepada kawan-kawan ojol untuk tarif ojol 10 bukan 20," ujar Said Iqbal sebelumnya.
Realisasi potongan menjadi 8 oleh Presiden Prabowo ini melampaui tuntutan awal Partai Buruh, yang menurut Presiden merupakan wujud dari amanat undang-undang untuk menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.










