Elpiji 12 Kg di Surabaya Kosong, Warga Mulai Berburu Gas 3 Kg

Elpiji 12 Kg di Surabaya Kosong, Warga Mulai Berburu Gas 3 Kg

Nasional | inews | Senin, 20 April 2026 - 20:13
share

SURABAYA, iNews.id – Warga Kota Surabaya dipusingkan dengan kelangkaan elpiji 12 kg di sejumlah pangkalan. Kondisi itu sudah terjadi sejak dua pekan lalu menyusul rencana kenaikan harga elpiji non-subsidi 12 kilogram menjadi Rp228.000 per tabung.

Pantauan di salah satu pangkalan elpiji Jalan Bendul Merisi, Surabaya, Senin (20/4/2026), menunjukkan tumpukan tabung elpiji 12 kg yang kosong melompong. Tidak ada satu pun tabung berisi yang tersedia untuk melayani konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha.

Pemilik pangkalan, Hana Tumini mengungkapkan, kekosongan ini sudah berlangsung selama 14 hari. Menurutnya, pasokan dari tingkat agen terhenti total tanpa alasan yang jelas. 

"Sudah dua minggu ini stok kosong. Di tingkat agen juga tidak ada barang, jadi tidak ada pengiriman sama sekali ke sini. Saya sudah coba hubungi pangkalan lain, ternyata hasilnya sama saja, semua kosong," ujar Hana. 

Kelangkaan ini memaksa sejumlah pelanggan setia elpiji 12 kilogram, terutama dari sektor rumah tangga, mulai beralih menggunakan elpiji subsidi 3 kilogram atau yang akrab disapa gas melon. Hal ini dilakukan agar dapur warga tetap bisa mengebul di tengah ketidakpastian stok gas nonsubsidi. 

Hana menambahkan, selama ini dirinya menjual elpiji 12 kilogram di harga Rp200.000 kepada konsumen. Terkait kabar kenaikan harga menjadi Rp228.000, ia mengaku belum mendapatkan sosialisasi atau informasi resmi dari pihak Pertamina maupun agen. 

"Kami belum terima informasi soal harga baru karena memang barangnya tidak ada yang dikirim," ujarnya.

Stok Elpiji 3 Kg Masih Aman

Berbeda nasib dengan gas 12 kilogram, stok elpiji subsidi 3 kilogram di pangkalan terpantau masih sangat melimpah. Pengiriman dari agen untuk jenis gas subsidi ini dilaporkan masih berjalan lancar dan aman untuk memenuhi kebutuhan warga ekonomi menengah ke bawah. 

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan mengatasi kemacetan distribusi elpiji 12 kilogram agar tidak terjadi penumpukan beban konsumsi pada elpiji 3 kilogram yang diperuntukkan bagi warga miskin.

Topik Menarik