Infrastruktur Terputus, Ary Buraen Turun Tangan dan Dorong Pemda Kupang Bergerak Cepat

Infrastruktur Terputus, Ary Buraen Turun Tangan dan Dorong Pemda Kupang Bergerak Cepat

Nasional | sindonews | Rabu, 8 April 2026 - 17:46
share

Akses infrastruktur menjadi salah satu penopang utama aktivitas masyarakat, terutama dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas warga. Ketika akses jalan terputus, dampaknya tidak hanya dirasakan secara sosial, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap pergerakan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.

Kondisi ini terjadi pada ruas Jalan Baun–Ekam di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengalami kerusakan akibat longsor di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat. Kerusakan yang terjadi di beberapa titik membuat jalur penghubung antarwilayah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.

Baca juga: Peduli Petani Kupang, Anggota DPRD dari Partai Perindo Mesak Mbura Bantu Bangun Jembatan Darurat

Situasi tersebut mendorong Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo, Ary Buraen untuk mengambil langkah cepat dengan membantu membuka kembali akses jalan bagi masyarakat.

Dengan berkoordinasi dan mengerahkan alat berat secara mandiri, Ary berupaya memastikan jalur tersebut kembali dapat dilintasi, sehingga aktivitas masyarakat tidak terhenti.

Saat hubungi pada Rabu (8/4/2026), dia menegaskan pentingnya penanganan cepat terhadap akses jalan yang rusak agar tidak berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Baca juga: Otniel Benyamin Selan Pimpin Partai Perindo Kota Kupang, Siap Kerja Keras, Inovatif, dan Perjuangkan Aspirasi Rakyat”Yah ini jalur memang ada di Kabupaten Kupang namun statusnya jalan provinsi, tentu kita yang DPRD Kabupaten tidak punya kewenangan dalam menentukan anggaran perbaikan infrastruktur jalan yang rusak. Kita harap Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi bisa bergerak cepat terhadap persoalan ini," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa kondisi jalan yang terdampak longsor mencapai tiga titik, sehingga kendaraan roda empat maupun roda enam tidak dapat melintas. Hal ini berpotensi menghambat aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini diperlukan langkah cepat agar masyarakat tidak terus berada dalam keterbatasan akses.“Untuk itulah kemarin saya coba berkoordinasi secara pribadi untuk mencarikan solusi dengan menurunkan alat berat agar akses jalan kembali dibuka, sebab pada ruas tersebut terdapat 3 titik longsor dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda enam," lanjutnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan, terutama bagi warga yang bergantung pada sektor pertanian dan perdagangan lokal. Akses jalan yang terbuka dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.

Aksi ini sekaligus mencerminkan kehadiran Partai Perindo di tengah masyarakat melalui langkah konkret dalam menjawab persoalan yang dihadapi warga sehari-hari.

Topik Menarik