Prabowo: 70 Energi Asia Timur dan Perdagangan Dunia lewat Laut Indonesia

Prabowo: 70 Energi Asia Timur dan Perdagangan Dunia lewat Laut Indonesia

Nasional | sindonews | Rabu, 8 April 2026 - 15:19
share

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya posisi strategis Indonesia dalam jalur perdagangan dan energi global. Hal ini diungkapkan saat memimpin Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama BUMN.

“Saudara-saudara, sadarkah kita bahwa sekitar 70 persen kebutuhan energi Asia Timur dan 70 persen perdagangan dunia melewati laut-laut Indonesia?” ujar Prabowo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Prabowo Beri Taklimat di Istana: 1,5 Tahun Kita Buktikan Pemerintah AndalIa menekankan bahwa jalur strategis seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar merupakan bagian dari wilayah Indonesia. Jalur tersebut vital tersebut kerap digunakan oleh Korea, Jepang, hingga China.

“Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar adalah laut Indonesia? Ini menunjukkan betapa pentingnya posisi Indonesia. Kita adalah kunci bagi negara-negara seperti Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok (China), hingga Filipina,” lanjutnya.Menurut Prabowo, kondisi tersebut membuat Indonesia selalu menjadi sorotan global. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah memahami peran besar tersebut dan menjalankan tugas dengan optimal.

Baca juga: Presiden Prabowo Akan Beri Taklimat ke Seluruh Menteri, Wamen, hingga Eselon 1 di Istana

“Maksud dan tujuan pengarahan hari ini adalah agar kita menyadari pentingnya peran kita. Kita harus mengendalikan bangsa ini dengan baik, tepat, dan handal,” tegasnya.

Selain itu, Prabowo juga menyinggung kondisi global yang tengah diliputi krisis, terutama terkait pasokan energi. Namun, berdasarkan hasil kajian pemerintah, Indonesia dinilai memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi situasi tersebut.

“Beberapa hari lalu kita menggelar rapat-rapat menghadapi kondisi global yang penuh krisis dan masalah suplai energi. Setelah kita kaji, ternyata kita punya kekuatan ekonomi yang kuat,” pungkasnya.

Topik Menarik