Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Lingkar Gentong Sudah Berakhir
Puncak arus balik kendaraan yang melintasi Lingkar Gentong, Tasikmalaya pada momen Lebaran 2026 dinilai sudah berakhir. Arus lalu lintas di sepanjang Lingkar Gentong dan sekitarnya mulai ramai lancar bahkan sesekali kecenderungan sepi pada H+4 yang bertepatan dengan hari pertama masuk kerja seusai berakhirnya cuti bersama.
"Puncak arus itu kemarin. Karena hari ini sudah mulai aktivitas pekerjaan sudah masuk, dari mulai pegawai negeri, pabrik, BUMN," kata Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan, Rabu (25/3/2026).
Kendati tidak menyebutkan angka, Riki menekan volume kendaraan mulai roda dua hingga bus sudah mulai terjadi penurunan cukup signifikan dibanding H+2 dan H+3 yang menjadi puncak arus balik.
Baca juga: H+4 Lebaran 2026, Arus Lalin Lingkar Gentong Ramai Lancar
Meski demikian, kepolisian setempat tetap mewaspadai kenaikan volume kendaraan pada penghujung pekan ini. Lonjakan arus kendaraan bisa saja terjadi, mengingat waktu libur anak sekolah baru akan berakhir pada 29 Maret 2026."Kami melaksanakan kegiatan pengamanan Operasi Ketupat ini dimulai tanggal 13 sampai dengan tanggal 25 (Maret). Tentunya nanti dari tanggal 26 sampai dengan tanggal 28 (Maret), kami melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan yaitu KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan)," kata Riki.
Lihat video: Arus Mudik Terkini! GT Cikatama Padat, Merak Diserbu Antrean, Gentong Macet,GT Kalikangkung Merayap!
"Di mana kegiatan ini adalah mengantisipasi nanti libur anak sekolah dan yang akan masuk anak sekolah di hari Senin," imbuhnya.Adapun sejauh ini, penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way pada momen arus balik telah diterapkan secara situasional oleh kepolisian setempat. Teranyar, one way diberlakukan pada Selasa, 24 Maret 2026 malam selama 30 menit.
Jajaran Polres Tasikmalaya Kota menutup jalur kendaraan dari tugu perbatasan antara Garut-Tasik hingga Simpang Wage. Sehingga kendaraan yang melintas ke arah Lingkar Gentong dapat melaju tanpa hambatan di dua jalur.
Penerapan one way tak terelakkan lantaran kemacetan terjadi dalam waktu cukup lama. Seperti kemacetan sampai 10 kilometer yang bermula dari depan Pos Lantas Panyusuhan sampai Lingkar Gentong atas. Kemacetan seperti ini tampak pada H+2 dan H+3 lebaran.
Bahkan jika dikalkulasikan lebih jauh, antrean kendaraan terus mengular sampai luar perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Garut, yang ditotal lebih dari 20 kilometer.










