Tragedi Perang Petasan, Jari Pemuda di Martapura Kalsel Putus Kena Ledakan
BANJAR, iNews.id – Hari raya Idulfitri yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi duka bagi seorang pemuda di Desa Melayu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Korban Muhammad Zazuli (18) harus kehilangan salah satu jari tangannya akibat terkena ledakan kembang api saat terlibat aksi "perang petasan" antar-desa, Sabtu (21/3/2026).
Insiden memilukan ini terjadi pada Sabtu dini hari menjelang pelaksanaan salat Id. Kejadian bermula saat terjadi aksi saling serang kembang api antara warga Desa Melayu dan Desa Pekauman.
Zazuli yang saat itu tengah menjaga rumah neneknya merasa emosi karena rumah sang nenek mengalami kerusakan akibat terkena serangan kembang api dari arah desa tetangga.
Berniat membalas serangan tersebut, Zazuli mencoba menembakkan kembang api berukuran besar ke arah Desa Pekauman. Namun nahas, kembang api yang sudah ia bakar justru meledak di tangannya sendiri sebelum sempat meluncur.
Ketua RT Desa Melayu, Ahmad Hidayat mengatakan, korban mengalami luka sangat serius di bagian telapak tangan.
"Kondisinya cukup parah, salah satu jarinya bahkan harus diamputasi karena hancur terkena ledakan," ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Kapolsek Martapura Timur, Ipda Muhammad Taufiqurahman, menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian sudah berulang kali memberikan imbauan jauh-jauh hari agar tradisi perang kembang api ini tidak dilakukan karena sangat berisiko.
"Insiden ini terjadi sekitar pukul 07.00 WITA, sesaat sebelum salat Id dimulai. Kami sudah melarang kegiatan ini karena membahayakan keselamatan, namun warga masih ada yang nekat melakukan aksi saling serang tersebut," kata Ipda Muhammad Taufiqurahman.
Tradisi perang mercon atau kembang api di wilayah Martapura Timur ini diketahui memang rutin terjadi setiap tahun meskipun sudah sering mendapat larangan keras dari pihak kepolisian setempat.
Akibat kejadian ini, korban kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.









