Anies Minta Dalang Penyerangan Aktivis KontraS Dibongkar hingga Tuntas!

Anies Minta Dalang Penyerangan Aktivis KontraS Dibongkar hingga Tuntas!

Nasional | okezone | Minggu, 22 Maret 2026 - 03:05
share

JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai penyerangan terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus sebagai ancaman terhadap demokrasi yang tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa.

Anies menyebut korban merupakan sosok yang konsisten menyuarakan tanda-tanda kemunduran demokrasi bersama aktivis lainnya. Karena itu, ia menilai serangan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap perjuangan demokrasi.

“Ini adalah serangan terhadap pribadi yang memperjuangkan demokrasi,” ujar Anies di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).

Ia mengatakan, peristiwa tersebut tidak mungkin dilakukan secara sporadis oleh satu atau dua orang, melainkan mengindikasikan adanya perencanaan dan pengorganisasian.

“Dari awal ini bukan kriminal biasa. Tidak mungkin hanya dilakukan oleh satu dua orang secara sporadis. Ini terlihat terencana dan terorganisir,” katanya.

 

Anies berharap negara hadir untuk membuktikan komitmennya dalam melindungi kebebasan berbicara, menjaga demokrasi, serta menegakkan keadilan.

Ia mendesak agar proses penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mampu mengungkap pihak yang memberi perintah beserta motif di baliknya.

“Peristiwa ini harus diselidiki sampai pada pemberi perintahnya, dan harus dielaborasi mengapa ada perintah itu,” tegasnya.

Selain itu, Anies meminta seluruh pihak yang terlibat diproses hukum dan dijatuhi hukuman yang memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurutnya, publik juga menginginkan proses hukum yang transparan dan dapat dipantau, termasuk melalui peradilan umum, bukan peradilan militer.

“Selama ini sering kali yang terkena hukuman adalah pelaku paling hilir, sementara hulunya jarang tersentuh. Sekarang harus dibuktikan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya beberapa kejadian serupa dalam waktu berdekatan, termasuk meninggalnya aktivis buruh Ermanto Usman di Bekasi. Hal tersebut dinilai sebagai sinyal ancaman terhadap demokrasi.

“Lagi-lagi kita harus melihat ini sebagai ancaman terhadap demokrasi. Kita berharap negara hadir dan tegas,” pungkasnya.

Topik Menarik