Hasil Pengamatan Lembaga Falakiyah PBNU: Hilal Masih di Bawah Kriteria
JAKARTA - Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Muh Ma’rufin Sudibyo, mengungkapkan bahwa posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkan Rukyat Nahdlatul Ulama (IRNU), yakni minimal 3 derajat.
Hal tersebut disampaikan Ma’rufin dalam Seminar Pengamatan Hilal yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026). Berdasarkan hasil pengamatan LF PBNU, ketinggian hilal berada pada rentang 0 derajat 49 menit hingga 2 derajat 51 menit.
“Yang paling kecil ada di Merauke, kemudian yang paling besar ada di Sabang. Kesimpulannya, seperti yang disampaikan Pak Haji Cecep, semuanya masih berada di bawah tinggi 3 derajat,” ujar Ma’rufin.
Untuk elongasi, lanjut Ma’rufin, terpantau sebesar 4 derajat 36 menit di Merauke dan 6 derajat 09 menit di Banda Aceh.
“Ini juga masih berada di bawah batas 6,4 derajat yang ditentukan dalam kriteria imkan rukyat di Indonesia,” jelasnya.
Kendati demikian, Ma’rufin menegaskan bahwa pihaknya tetap menunggu hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Apabila terdapat laporan hilal terlihat, pihaknya akan mencermati argumen pemerintah sebelum menyampaikan ikhbar (pengumuman resmi).
“Apabila hilal tidak terlihat, kami akan mendorong penetapan melalui istikmal, sehingga 1 Syawal berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, yang dimulai sejak malam Sabtu,” pungkasnya.








