Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Mantan Jaksa Agung: Ini Tindakan Terorisme, Kriminalitas Politik

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Mantan Jaksa Agung: Ini Tindakan Terorisme, Kriminalitas Politik

Nasional | sindonews | Rabu, 18 Maret 2026 - 12:10
share

Mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman memandang, penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus merupakan bentuk terorisme dan kriminalitas politik. Untuk itu, ia menilai, penanganan kasus Andrie ini harus ditangani serius.

Hal itu diungkapkan Marzuki dalam konferensi pers bertajuk "Indonesia Mendesak: Segera Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus," yang digelar Amnesty Internasional Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).

"Ini adalah tindakan terorisme dalam pengertian yang penuh dari pengertian itu dan dengan demikian, perlu ditangani juga lebih serius dari sekadar pengusutan oleh kepolisian," ujar Marzuki.

Baca juga: Kapolri soal Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Doakan Segera Terungkap

Bahkan, kata Marzuki, tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie merupakan bentuk kriminalitas politik yang tengah memperjuangkan demokrasi di Indonesia

"Ini suatu tindakan kriminalitas politik yang terjadi pada saat kita sedang memperjuangkan demokrasi kita di sini, di Indonesia," terang Marzuki.

Lebih lanjut, Marzuki menilai, polisi tak perlu menunggu instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mengusut kasus tersebut. Terlepas dari itu, ia menilai, adanya intruksi Presiden Prabowo ini menandakan Pemerintah memberi atensi pada penyelesaian dan penuntasan penyidikan perkara ini.

"Dan dengan demikian, ini juga isyarat bahwa mudah-mudahan pemerintah melihat ini juga dari segi keseriusan bahwa, sifat terjadinya, korban, maupun, peralatan yang digunakan di dalam tindakan kekerasan penyerangan ini, jauh melebihi dari sekadar insiden kekerasan terhadap seorang aktivis," ucap Marzuki.

Marzuki pun menilai, tindakan teror penyiraman air keras terhadap Andrie tidak akan menyurutkan sikap kolektif dari masyarakat sipil untuk memperbaiki keadaan demokrasi kita ini.

"Tapi perlulah bahwa peristiwa ini menjadi satu pertanda bahwa kita menyadari bahwa apa yang telah terjadi ini telah memenuhi satu pengertian yang jauh lebih mendalam dan serius daripada sekadar ini, upaya percobaan pembunuhan," pungkasnya.

Topik Menarik