Kepala Bakom Angga Raka Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras Andrie Yunus

Kepala Bakom Angga Raka Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras Andrie Yunus

Nasional | sindonews | Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:54
share

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Angga Raka Prabowo mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus. Dia juga menyampaikan keprihatinan pemerintah atas insiden yang dialami Andrie Yunus.

Pemerintah, kata Angga, mengecam segala bentuk kekerasan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. "Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Saudara Andrie Yunus. Kami mengecam keras setiap tindakan kekerasan terhadap siapa pun," ujar Angga.

Angga mengatakan, pemerintah berharap korban mendapatkan perawatan medis terbaik agar dapat segera pulih dari dampak kejadian tersebut. Selain itu, pemerintah juga menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara damai dalam sistem demokrasi.

Baca Juga: Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras usai Podcast, Polisi SelidikiAngga menambahkan, perbedaan pandangan seharusnya disikapi melalui dialog dan mekanisme hukum, bukan melalui tindakan kekerasan. Pemerintah pun menaruh perhatian serius terhadap proses penanganan kasus ini. Aparat penegak hukum diharapkan dapat bekerja secara profesional, transparan, dan menyeluruh agar perkara tersebut dapat diungkap secara jelas.

"Setiap tindakan kekerasan harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Pemerintah berharap proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban."Diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis, 12 Maret 2026. Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya mengungkapkan, insiden itu terjadi seusai Andrie Yunus menghadiri acara podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," kata Dimas dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Topik Menarik