Hadapi Tantangan Bangsa, Hery Susanto Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
JAKARTA – Anggota Ombudsman Hery Susanto mengungkapkan pentingnya memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Apalagi, Ramadhan merupakan momentum untuk memperkuat nilai kepedulian serta kebersamaan.
“Ramadhan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita memperluas kepedulian kepada sesama,” ujar Hery, dikutip Jumat (14/3/2026).
Hery menyampaikan hal tersebut saat hadir di Masjid Raya Al Ittihad dalam kegiatan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara serta perdamaian dunia. Pada momen itu juga ada penyaluran santunan sembako kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
“Ketika kita berbagi, sesungguhnya kita sedang memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial,” imbuhnya.
Kepedulian yang tumbuh di masyarakat berbagai elemen, kata Hery, layak diapresiasi sehingga terwujudnya kegiatan ini. Semangat gotong royong tercermin dan bisa menjadi kekuatan di tengah masyarakat.
“Saya mengapresiasi inisiatif yang luar biasa ini karena mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan. Terlebih, di saat Ramadhan yang penuh makna bagi masyarakat.
“Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, sehingga setiap kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya,” imbuhnya.
Dengan berbagi kepada sesama, kata Hery menjadi salah satu cara untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. “Dengan berbagi, kita belajar untuk lebih peduli dan tidak melupakan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat doa bersama bagi keselamatan bangsa dan Negara, apalagi di tengah tantangan global. Menurutnya, doa menjadi kekuatan moral yang penting bagi masyarakat Indonesia.
“Mari kita panjatkan doa agar bangsa ini selalu diberikan keselamatan dan kedamaian. Doa adalah kekuatan spiritual yang mampu menyatukan hati kita semua,” katanya.
Persatuan dan kebersamaan, menurut Hery, adalah kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Semangat persaudaraan di tengah perbedaan harus terus dirawat masyarakat.
“Saat ini dunia menghadapi banyak ketidakpastian, sehingga kita harus semakin memperkuat persaudaraan. Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia,” katanya.
Berbagai unsur masyarakat dan organisasi ikut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Pengurus Masjid Raya Al Ittihad, Pengurus UPZ Al Ittihad, para marbot dan relawan, orangtua murid BBA Al Ittihad dan lainnya. Kegiatan ini kolaborasi Ketua Gerakan Pemuda Non-Blok, Korp OIC Youth Indonesia, DPP KNPI, NYC Indonesia, Lazis KAHMI.










