Viral Bullying Siswa SMP di Cirebon, Korban Mengaku 3 Kali Dikeroyok
CIREBON, iNews.id - Kasus bullying atau perundungan disertai pengeroyokan terhadap seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kembali menggemparkan dunia pendidikan di Kota Cirebon, Jawa Barat. Aksi tersebut viral setelah video berdurasi lebih dari satu menit beredar luas di media sosial.
Dalam video, korban terlihat menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah pelajar. Korban mengaku telah tiga kali mengalami kekerasan serupa di tiga lokasi berbeda.
Peristiwa tersebut diduga dipicu ketidaksukaan para terduga pelaku terhadap korban yang kerap mengambil tangkapan layar foto-foto perempuan dari status WhatsApp untuk koleksi pribadi.
Merasa tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban bersama kuasa hukumnya melakukan visum dan melaporkan sejumlah teman sekelasnya ke polisi.
"Kejadiannya ada di beberapa tempat, yang pertama di daerah Permata Harjamukti, pelakunya adalah J dan A. Kemudian di parkiran RS yang ada di Harjamukti pelakunya adalah K kemudian dibawa lagi ke gang belakangnya Superindo itu juga lebih banyak pelakunya adalah K," ujar kuasa hukum korban, Hetta Mahendrati Latumeten.
Sementara itu, Polres Cirebon Kota telah memeriksa berbagai pihak terkait kasus tersebut, yakni tiga anak yang diduga sebagai pelaku, orang tua mereka serta pihak sekolah.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar mengatakan bahwa penanganan kasus yang melibatkan anak di bawah umur tetap mengedepankan pembinaan, namun proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
"Laporannya sudah kita terima dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan pihak-pihak terkait," ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar.
Selain menangani proses hukum, polisi juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi korban agar dapat pulih dari trauma akibat perundungan yang dialaminya.









