Tanggul Sungai Plumbon Semarang Jebol, Banjir Lumpur Terjang Rumah dan Pesantren

Tanggul Sungai Plumbon Semarang Jebol, Banjir Lumpur Terjang Rumah dan Pesantren

Nasional | inews | Rabu, 4 Maret 2026 - 16:09
share

SEMARANG, iNews.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Selasa (3/3/2026) malam menyebabkan tanggul Sungai Plumbon di kawasan Mangkang Kulon jebol, Rabu (4/3/2026) dini hari.

Tanggul sepanjang 30 meter dengan ketinggian dua meter tersebut tak kuat menahan derasnya arus sungai, hingga menyebabkan banjir lumpur menerjang permukiman warga dan fasilitas ibadah.

Derasnya air yang bercampur lumpur pekat langsung merangsek masuk ke rumah-rumah warga, masjid, hingga pondok pesantren yang berada tepat di samping aliran sungai. Material tanggul yang hancur pun berserakan di jalanan desa, menyisakan endapan lumpur tebal setelah air mulai surut.

Pantauan di lokasi, petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, aparat TNI-Polri, serta petugas Pemadam Kebakaran bahu-membahu membersihkan lokasi terdampak.

Maliki, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa musibah ini terjadi begitu cepat saat warga sedang beristirahat. "Air masuk ke rumah begitu tanggul jebol. Kondisi tanggul memang dinilai sudah rapuh, jadi tidak kuat menahan arus sungai yang sangat deras," ujar Maliki saat ditemui di sela-sela evakuasi barang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan, jajarannya bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana segera melakukan langkah darurat untuk mencegah banjir susulan.

"Untuk penanganan sementara, kami bersama BBWS akan memasang karung berisi pasir di sepanjang bagian tanggul yang jebol dengan ketinggian dua meter," kata Suwarto.

Selain pemasangan tanggul darurat, DPU juga berencana membersihkan alur sungai dari tanaman keras yang berpotensi merusak konstruksi tanggul.

Sementara itu, sebagai solusi jangka panjang, BBWS Pemali Juana telah merencanakan normalisasi Sungai Plumbon secara menyeluruh pada awal tahun depan guna mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Topik Menarik