Mantan Dubes RI Sebut Serangan Israel-Amerika ke Iran Akal-akalan Netanyahu dan Trump
Mantan Duta Besar RI untuk Iran Dian Wirengjurit menilai langkah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) mengada-ada. Menurutnya, serangan ini adalah akal-akalan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.
Dian mengatakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan berkali-kali bahwa serangan ini untuk menangkal ancaman Iran. Padahal, selama ini negara Timur Tengah merasa aman-aman saja, stabil-stabil saja, semua tetap berkembang.
"Jadi kalau dibilang ancaman, ya itulah akal-akalan yang namanya Netanyahu sama Trump. Saya tidak paham, Amerika kok mau dipimpin oleh pemimpin seperti itu, maaf, tidak jalan nalarnya, mengada-ada, seakan-akan membuat ancaman itu musuh bersama Amerika, supaya mereka bersatu," jelas Dian dalam program Sindo Sore, dikutip dari YouTube SindoNews, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: Israel Klaim Khamenei Telah Tewas, Iran Nyatakan Masih Hidup dan Memimpin Medan Perang
Dian mengatakan, Trump sedang mengalami ancaman impeachment di negerinya. Jadi, serangan ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat Amerika bahwa ada ancaman terhadap Amerika. "Buat saya sekali lagi, ini adalah tindakan yang biadab yang dilakukan Amerika dan Israel ini terhadap sebuah negara Islam yang sedang menikmati bulan sucinya, Ramadan," kata Dian.Menurut Dian, tidak heran negara-negara Eropa sudah meninggalkan Amerika. Bahkan, menurutnya, sebagian penasihat di sekitar Trump juga tidak menganjurkan serangan ini dilakukan.
"Perjanjian sedang dibina, ketika perjanjian sedang dibina, berarti sudah muncul saling percaya. Nah ini sama sekali tidak ada political will dan tidak ada good will dari pihak Amerika, yang menggunakan kesempatan Iran yang mulai terbuka lagi harapan untuk tercapai perjanjian damai seperti zaman Obama dulu, sekarang ini merupakan pengkhianatan luar biasa."










