Kasatgas Tito Sebut Pengungsi Bencana Sumatera Kini 11.250 Orang

Kasatgas Tito Sebut Pengungsi Bencana Sumatera Kini 11.250 Orang

Nasional | okezone | Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:22
share

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, Tito Karnavian melaporkan bahwa jumlah pengungsi di tiga provinsi terus mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data terakhir, jumlah pengungsi kini tersisa 11.250 orang.

Data tersebut dimutakhirkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Februari 2025. Hal itu disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatera di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Adapun jumlah pengungsi tersebut dengan rincian 10.400 orang di Provinsi Aceh dan 850 orang di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Kemudian di Provinsi Sumatera Barat, alhamdulillah tidak ada lagi pengungsi dalam catatan kami. Tidak ada lagi pengungsi yang berada di tenda, semuanya sudah menempati hunian sementara (huntara),” kata Tito.

 

Tito juga memaparkan bahwa dari 52 kabupaten/kota terdampak bencana, sebanyak 38 kabupaten/kota telah kembali normal. Selain itu, 3 kabupaten/kota kondisinya mendekati normal, sedangkan 11 kabupaten/kota masih membutuhkan atensi khusus.

Mendagri itu menjelaskan, indikator normalitas suatu daerah ditentukan oleh beberapa variabel, di antaranya pemerintahan, layanan publik, akses darat, ekonomi, sosial, serta indikator dasar lainnya seperti SPBU, listrik, PDAM, internet, gas LPG, TPA-TPST, bank sampah, dan normalisasi sungai.

Ia memastikan, perkembangan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana saat ini menunjukkan progres positif, terutama pada aspek akses jalan yang telah berfungsi sepenuhnya, aliran listrik yang sudah dapat dimanfaatkan masyarakat, hingga SPBU yang telah beroperasi normal.

“Kalau pasar sudah bergerak semua, jalan. Tapi UMKM-nya belum optimal sepenuhnya. Masih menjadi tugas kita ada pembersihan lumpur, perbaikan jembatan, jalan desa, dan daerah-daerah yang perlu kita selesaikan,” pungkasnya.

Topik Menarik