Keong Sawah Rebus, Menu Buka Puasa Favorit Warga Banyumas
BANYUMAS, iNews.id - Warga di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memiliki menu khas yang banyak diburu saat bulan Ramadan, yakni keong sawah rebus. Hidangan bercita rasa gurih dan pedas ini menjadi santapan favorit untuk berbuka puasa.
Keong sawah yang telah dibersihkan terlebih dahulu dicampur dengan aneka rempah, kemudian direbus dalam wajan besar. Untuk menghasilkan daging yang empuk dan bumbu yang meresap, proses perebusan dilakukan selama empat hingga lima jam.
Di sejumlah kios penjual keong rebus, terutama di kawasan Kauman Lama, Purwokerto, pembeli kerap memadati lokasi menjelang waktu berbuka. Warga rela mengantre demi mendapatkan hidangan khas Banyumasan tersebut.
Tak hanya diminati masyarakat Banyumas, pembeli juga datang dari daerah sekitar seperti Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga. Mereka mengaku ketagihan dengan cita rasa keong rebus yang dinilai cocok disantap sebagai lauk dengan nasi hangat saat berbuka puasa.
Salah seorang pembeli, Anang Firmansyah mengatakan bahwa keong rebus memiliki rasa khas yang sulit ditemukan pada menu lain. Sementara itu, penjual keong rebus, Dani Alfri Zulkar, menyebut selama Ramadan penjualannya meningkat tajam.
"Rasanya kurang lengkap kalau puasa belum makan keong. Di sini rasanya rempah banget, kerasa pedes dan cukup memuaskan di lidah," kata Anang di lokasi, Jumat (27/2/2026).
Penjual keong rebus, Dani Alfri Zulkar menyampaikan bahwa dalam sehari, pedagang mampu menghabiskan hingga 100 kilogram keong matang. Padahal pada hari biasa, penjualan hanya berkisar 20 hingga 30 kilogram per hari.
Selain rasanya yang khas, harga keong rebus juga relatif terjangkau. Satu kilogram keong rebus siap santap dijual seharga Rp60.000. Dengan harga tersebut, warga dapat menikmati kuliner unik khas Banyumas yang selalu hadir dan menjadi buruan setiap Ramadan.
"Direbus 5-6 jam biar tekstur sama rasa rempahnya meresap dan daging keongnya jadi empuk," ucap Dani.









