BRIN Perluas Kolaborasi Global melalui Kedutaan Asing

BRIN Perluas Kolaborasi Global melalui Kedutaan Asing

Nasional | sindonews | Rabu, 25 Februari 2026 - 18:05
share

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperluas jaringan kerja sama internasional melalui kolaborasi riset dengan berbagai negara, termasuk Uruguay, Kuba, dan Australia. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi pertanian, bioekonomi, energi terbarukan, hingga riset kesehatan dan vaksin.

Melalui pertemuan dengan Kedutaan Besar Uruguay, Kuba, dan Australia pada pekan ini, Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan bahwa BRIN tidak hanya melanjutkan kerja sama yang telah berjalan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru. Adapun peluang kolaborasi baru yang dijajaki ialah pada bidang agrikultur, bioekonomi, hingga pengembangan vaksin.

Arif menuturkan, belum ada kerja sama sebelumnya antara BRIN dengan Uruguay. Sehingga dari hasil diskusi dengan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia H.E Cristina González, terdapat potensi kolaborasi riset yang difokuskan pada pertanian dan peternakan, khususnya pengembangan teknologi.

Baca juga: BRIN Petakan Ekosistem Komoditas Produk Tembakau

“Kerja sama BRIN–Uruguay berpotensi difokuskan pada kolaborasi riset pertanian dan peternakan, termasuk teknologi produksi ramah iklim, smart farming, serta pengembangan varietas pangan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. BRIN juga terbuka memperluas kerja sama di bidang strategis lain sesuai prioritas nasional,” katanya, Rabu (25/2/2026).

BRIN, kata dia, telah menjalin kerjasama ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dengan Kuba lewat Cuban Ministry of Science, Technology and Environment (CITMA) sejak 2024. Prioritas dalam kerja sama ini meliputi banyak bidang, di antaranya energi baru dan terbarukan, elektronik dan informatika termasuk AI, ilmu penerbangan dan antariksa, hingga ilmu bumi dan kelautan.

Ia mengatakan, BRIN dan CITMA telah membentuk joint committee yang berfungsi untuk pertukaran informasi dan pandangan, mengidentifikasi bidang prioritas, memfasilitasi dan meninjau pelaksanaan kegiatan kerja sama. Di sisi lain, BRIN juga mengharapkan dukungan Kedutaan Besar Kuba untuk menjembatani komunikasi dengan mitra strategis lainnya terkait kerjasama di bidang lain.

“Kami mendorong potensi kerja sama lain di bidang riset dan inovasi dengan badan/ lembaga lain di Kuba. Yang kami harapkan yakni terkait kesehatan, obat dan vaksin. Salah satunya pengembangan vaksin kanker paru-paru,” kata Arif.

Terkait Australia, Arif menyampaikan bahwa kerja sama riset antara kedua negara telah berjalan dan terus diperkuat. Pertemuan dengan perwakilan Kedutaan Besar Australia menjadi momentum untuk mempertegas arah prioritas kolaborasi yang sedang dan akan dikembangkan.

Dia menambahkan, kerja sama Indonesia-Australia memiliki urgensi strategis, terutama dalam penguatan riset dan inovasi yang berdampak langsung pada pembangunan berkelanjutan. “Melalui program KONEKSI, BRIN telah memfasilitasi berbagai proyek riset kolaboratif yang didanai bersama, khususnya di bidang bioekonomi. Ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperdalam kolaborasi ilmiah dan teknologi yang memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

Topik Menarik