Viral Ayah di Sragen Rekam Video Aniaya Anak Kandung, Pelaku Ditangkap di Boyolali

Viral Ayah di Sragen Rekam Video Aniaya Anak Kandung, Pelaku Ditangkap di Boyolali

Nasional | inews | Minggu, 22 Februari 2026 - 08:25
share

SRAGEN, iNews.id – Jagat maya digemparkan dengan beredarnya video aksi penganiayaan seorang ayah terhadap anak kandung di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pilunya, penganiayaan tersebut sengaja direkam pelaku berinisial P (47), warga Kecamatan Gesi. 

Usai kejadian, pelaku melarikan diri. Namun, jejak pelariannya berhasil terendus Tim Resmob Satreskrim Polres Sragen di wilayah Boyolali. 

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengungkapkan fakta mengejutkan di balik video viral tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi kekerasan fisik terhadap anak perempuan itu sengaja direkam oleh pelaku saat penganiayaan berlangsung. 

"Terduga pelaku berinisial P berhasil kami amankan di wilayah Boyolali setelah petugas melakukan pelacakan intensif. Video tersebut memang direkam sendiri oleh pelaku saat aksi kekerasan terjadi," ujar AKBP Dewiana, Minggu (22/2/2026). 

Meski saat ini kondisi korban dilaporkan dalam keadaan stabil, pihak kepolisian tidak mau mengambil risiko terkait dampak kesehatan fisik maupun psikis korban. Kepolisian telah berkoordinasi dengan tenaga medis untuk memberikan penanganan terbaik.

"Untuk memastikan kondisi kesehatan korban secara menyeluruh, korban dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan dan visum di Rumah Sakit Moewardi, Solo," ujar Kapolres.

Motif Masih Didalami

Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Sragen masih memeriksa intensif terhadap P untuk mendalami motif di balik aksi kejinya tersebut.

Kasus ini bermula dari laporan cepat masyarakat yang merasa prihatin setelah melihat video penganiayaan tersebut di media sosial. 

Polres Sragen menegaskan akan menangani perkara ini secara tegas dan transparan dengan mengedepankan Undang-Undang Perlindungan Anak. 

"Perkara ini akan kami tangani secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ini menjadi pengingat penting bagi kita semua akan pentingnya perlindungan anak, terutama di lingkungan keluarga sendiri," kata AKBP Dewiana.

Topik Menarik