RI Jadi Anggota BoP, Menlu Sugiono Pastikan Tanpa Bayar USD1 Miliar
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono mengatakan Indonesia resmi menjadi anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian tanpa membayar iuran sebesar USD1 miliar. Ia menekankan, iuran atau kontribusi sebesar USD1 miliar bukan merupakan iuran wajib atau syarat keanggotaan.
“Dari awal saya bilang ini yang namanya itu bukan iuran keanggotaan, bukan syarat keanggotaan, tidak. Kita sekarang sudah anggota, enggak perlu bayar juga, enggak apa-apa. Tapi kalau misalnya kemarin tuh kita mau jadi anggota permanen, ada kontribusi USD1 miliar itu, kan gitu,” kata Sugiono di Washington DC, Jumat (20/2/2026) waktu setempat.
Ia menjelaskan, dana rekonstruksi tersebut merupakan komitmen tambahan di luar angka USD1 miliar yang sebelumnya disebutkan. Sejumlah negara seperti Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait telah menyatakan komitmen kontribusi dengan total mencapai USD7 miliar.
“Jadi kemarin itu yang dibicarakan soal ini bukan kontribusi ini on top of itu yang 1 miliar itu, ada negara-negara lain yang ingin kontribusi di situ dan sudah ada pledge 5 atau 7,” ujarnya.
Ia menambahkan, iuran itu tidak menjadi dasar dari BoP ini. Dia mengatakan anggota BoP bisa saja berkontribusi lewat apa pun, misalnya pengiriman pasukan atau memberikan uang.
“(Kontribusi) ada yang uang, ada yang pasukan. Ada yang orang per orang kirim ke rekening di World Bank kemarin,” katanya.









