Bocah di Sukabumi Tewas Penuh Luka hingga Melepuh, Polisi Selidiki Dugaan KDRT

Bocah di Sukabumi Tewas Penuh Luka hingga Melepuh, Polisi Selidiki Dugaan KDRT

Nasional | inews | Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:13
share

SUKABUMI, iNews.id – Kasus bocah tewas penuh luka bakar dan tubuh mengguncang warga Kampung Leuwi Nanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kematian tragis anak laki-laki tersebut memunculkan dugaan menjadi korban penganiayaan ibu tiri.

Peristiwa memilukan ini kini dalam penanganan aparat kepolisian. Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menegaskan pihaknya bergerak cepat menelusuri kasus bocah Sukabumi tewas penuh luka tersebut. Polisi juga mendalami dugaan adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Pagi ini dilakukan autopsi untuk memastikan dugaan yang berkembang, termasuk narasi KDRT. Kami masih menunggu hasil autopsi,” ujar AKP Hartono, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, seluruh informasi yang beredar masih bersifat dugaan. Kepolisian meminta publik menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi.

Sebelumnya, publik dihebohkan oleh beredarnya video kondisi korban saat kritis di RSUD Jampangkulon. Dalam rekaman tersebut, wajah bocah itu tampak lebam dengan kedua mata membiru.

Selain itu, terlihat luka terbuka di bagian paha yang disebut-sebut menyerupai bekas siraman air panas. Isu yang berkembang bahkan menyebut korban sempat dipaksa meminum air panas.

Namun, polisi menegaskan seluruh dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Aparat menunggu bukti medis untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Dalam rekaman terlihat momen sang ayah mendampingi anaknya dalam kondisi kritis yang menyentuh hati publik. Dia terus menggenggam tangan putranya sambil memberi semangat.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa untuk proses autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian. Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

Kepolisian menegaskan penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional dan transparan. Publik diminta memberi ruang bagi penyidik bekerja.

Topik Menarik