Prabowo: 60 Juta Orang Terima MBG, Setara 10 Kali Warga Singapura

Prabowo: 60 Juta Orang Terima MBG, Setara 10 Kali Warga Singapura

Nasional | sindonews | Jum'at, 13 Februari 2026 - 11:42
share

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sudah ada 60 juta lebih penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap harinya. Termasuk di antaranya ada peran dari Polri dalam pelaksanaan program MBG.

"Hari ini kita sudah mencapai, laporan Kepala BGN, 60.200.000 penerima manfaat, di antaranya peran dari Polri," kata Prabowo dalam peresmian SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Momen Prabowo Cek SPPG Polri di Palmerah, Lengkap Gunakan Masker dan Sarung Tangan

Prabowo pun mengatakan bahwa sudah ada 23 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang didirikan. "Kita telah memberi makan tiap hari, 60 juta lebih. Kita sudah berhasil memliki 23 ribu SPPG di 38 provinsi seluruh Indonesia," ujarnya.

Prabowo mengungkapkan penyediaan 60 juta lebih porsi MBG setiap harinya itu setara dengan berkali-kali kebutuhan di negara lain. Program MBG di Indonesia disalurkan kepada pelajar, ibu hamil, hingga lansia.

"Jumlah ini kira-kira memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan, setiap hari. Atau sama dengan 10 kali Singapura, setiap hari. Atau 2 kali Malaysia, setiap hari," ujarnya.

Baca juga: Prabowo Kagumi SPPG Polri Dilengkapi Alat Tes Formalin hingga Sianida

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyentil orang-orang yang menghina program MBG sejak awal pelaksanaannya. Dia berkelakar dan meminta Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Qodari untuk mengecek orang-orang yang menghina MBG.

"Bagi mereka yang kita baru mulai 1 bulan saja, 2 bulan saja, kita sudah dihina. Sudah diramalkan 'pasti gagal!'. Pak Qodari tolong dikumpulkan video klip meramalkan kita pasti gagal yang mengatakan 'saya menghina bangsa Indonesia', 'MBG ini penghinaan terhadap bangsa Indonesia'," ujar Prabowo.

"Kita ini mau menyelamatkan anak-anak kita. Dibilang 'menghina'. Ini harus ada rekam digital, direkam semua, insyaallah kita mencapai 80 sekian juta, biar kalau malam saya lihat-lihat, 'apa iya ya saya menghina bangsa Indonesia?'," tambahnya.

Topik Menarik